InfoSAWIT, JAKARTA -Sudah lima pembangkit listrik tenaga biogas dibangun Asian Agri Group, dari target 20 unit pembangkit sampai tahun 2020. Ini menjadi bukti komitmen tinggi Asian Agri Group dalam upaya mengurangi efek gas rumah kaca dalam setiap operasinya.
April 2015 lalu menjadi salah satu perjalanan penting bagi Asian Agri Group lantaran pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) pertamanya resmi beroperasi secara komersial yang berlokasi di Desa Lubuk Bernai, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjab Barat, Provinsi Jambi.
Dengan kapasitas terpasang sekitar 1,4 MW, pembangkit listrik tenaga biogas milik Asian Agri group dioperasikan salah satu unit usahanya PT Dasa Anugerah Sejati, dengan memanfaatkan limbah cair kelapa sawit (POME) sebagai sumber tenaga.
Manajer Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Taman Raja, PT Dasa Anugerah Sejati, Helsin A. Sinuraya, mengatakan, pembangkit listrik tenaga biogas ini berdiri diatas lahan seluas 0,5 ha, dengan pasokan limbah cair untuk memenuhi sumber tenaga mencapai 420 m3 POME per hari.
Sementara, PKS Taman Raja yang memiliki kapasitas mencapa 60 ton TBS/jam setiap harinya tercatat mampu menghasilkan 600 m3 POME per hari. “Sisa dari limbah cair itu kami gunakan untuk Land Aplication, atau untuk pupuk cair di kebun kelapa sawit,” katanya kepada InfoSAWIT.
Lebih lanjut, tutur Helsin, penggunaan kapasitas terpasang pembangkit biogas tersebut belum maksimal karena kebutuhan daya listrik untuk pabrik kelapa sawit, palm kernel crushing dan domestik (hunian karyawan), masih sekitar 1 MW. “Jika kita produksi sesuai kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga biogas, maka akan ada kelebihan daya listrik,” kata Helsin.(T2)
Lebih lengkap baca InfoSAWIT Edisi Mei 2017
Htpp://www.store.infosawit.com www.palmoilmagazine.com







