Berita Lintas
sawitbaik

Ekspor Mei 2017 Hanya Naik 2%, Serapan Biodiesel Stagnan



Ekspor Mei 2017 Hanya Naik 2%, Serapan Biodiesel Stagnan

InfoSAWIT, JAKARTA - Jelang bulan Ramadhan biasanya permintaan minyak sawit meningkat karena konsumsi minyak sawit bertambah pada selama bulan Ramadhan dan pada hari Raya Idul Fitri. Tahun ini fenomena tersebut berubah. Ekspor minyak sawit Indonesia sepanjang Mei hanya terkerek 2% saja atau dari 2,56 juta ton di April meningkat menjadi 2,62 juta ton pada Mei. Sementara itu kinerja ekspor Indonesia selama periode Januari – Mei 2017 tercatat meningkat 29% dibandingkan dengan kurun waktu yang sama tahun lalu, atau dari 9,35 juta ton meningkat menjadi 12,10 juta ton. Hal ini menunjukkan, pasar ekspor Indonesia tetap tumbuh meskipun berbagai kampanye hitam terus membayangi industri sawit.

Kinerja ekspor yang masih cukup tinggi terus menggerus stok minyak sawit Indonesia karena tidak dibarengi dengan produksi yang berimbang. Produksi minyak sawit (CPO dan PKO) pada Mei hanya terdongkrak sebesar 8% atau dari 3,08 juta ton pada April naik menjadi 3,33 juta ton pada Mei. Meskipun produksi sudah membaik, tetapi masih belum maksimal.

Dari catatan  Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), industri biodiesel mengalami stagnasi dan cenderung menurun. Pada Mei ini produksi biodiesel hanya mampu mencapai 171,9 ribu ton atau turun 26% dibanding bulan sebelumnya, yang mencapai 232,5 ribu ton.

Hal ini juga berimbas pada penyerapan biodiesel di dalam negeri. Pada Mei ini biodiesel terserap hanya 141,75 ribu ton atau turun 38% dibandingkan bulan sebelumnya, sebesar 227,72 ribu ton. Sementara itu kinerja produksi juga mengalami stagnasi untuk periode Januari – Mei 2017 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Produksi biodiesel sepanjang Januari – Mei 2016 mencapai 1,05 juta ton. Pada periode yang sama di tahun 2017 produksi biodiesel menurun menjadi 1,03 juta ton. “Penurunan penyerapan biodiesel di bulan Mei disinyalir karena terlambatnya pengumuman alokasi oleh Pertamina dan proses administrasi tender yang panjang,” catat Direktur Eksekutif GAPKI, FAdhil Hasan dalam keterangan resmi yang diterima InfoSAWIT. (T2)