Berita Lintas
sawitbaik

Petani Galau, Harga TBS di Subulussalam Melorot



Petani Galau,  Harga TBS di Subulussalam Melorot

InfoSAWIT, SUBULUSSALAM– Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kota Subulussalam kembali turun menjadi Rp1.120 per kilogram di tingkat petani. Harga sebelumnya berkisar Rp1.350 per kilogram. Kondisi ini berlangsung paskalebaran lalu. Akibatnya ribuan petani mengeluh lantaran pendapatan mereka menurun.

“Turun lagi sekarang (harga kelapa sawit) setelah lebaran. Kemarin saya menjual kepada agen pengumpul harga Rp1.120,” kata seorang petani sawit di Gampong Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Umar Barat, belum lama ini seperti dilansir goaceh.co.

Petani mengaku tidak mengetahui penyebab anjloknya harga buah sawit hingga Rp230 per kilogramnya. “Saya menjual sama agen pengumpul, kata mereka sawit anjlok. Harga di tingkat pabrik juga turun,” kata Umar Barat.

Menurutnya, harga TBS turun berdampak pada kondisi ekonomi petani. Apalagi mayoritas sumber mata pencarian masyarakat di Subulussalam berasal dari usaha perkebunan kelapa sawit. “Saat ini hasil produksi TBS lumayan, tetapi harga sawit turun. Tidak sesuai lagi untuk biaya perawatan dan hasilnya,” keluhnya.

Hal senada juga disampaikan Junaidi, salah satu petani di Gampong Muara Batu-Batu, Kecamatan Rundeng. Pada bulan puasa lalu, katanya, harga TBS kelapa sawit Rp1.300 per kilogram.  “Hasil panen sawit bisa untuk belanja kebutuhan dapur. Jika harga sawit semakin rendah, kami mau belanja pakai apa? Selama ini, kami bergantung pada usaha sawit,” katanya. (T3)