Jakarta, 18 Juli 2017 – Sebanyak 14 perusahaan asal Bouira, Aljazair, dipertemukan dengan pelaku usaha Indonesia dalam ajang Forum Bisnis yang berlangsung Jumat lalu (14/7) di kantor Kementerian Perdagangan. Forum Bisnis Indonesia-Aljazair tersebut merupakan upaya meningkatkan hubungan dagang Indonesia dengan negara di Afrika Utara ini. Forum bisnis tersebut diharapkan dapat memperkuat surplus ekspor nonmigas Indonesia terhadap Aljazair, yang pada 2016 berada di kisaran US$ 133,09 juta.
“Forum ini merupakan kesempatan untuk terus mendorong perdagangan antara Indonesia dan Aljazair, serta memperluas jejaring bisnis antara kedua negara,” kata Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Dody Edward, yang menghadiri acara tersebut.
Sebagai pasar nontradisional, Aljazair merupakan mitra dagang Indonesia dengan total perdagangan pada 2016 sebesar UUS$SD 516 juta. Selama Januari-April 2017, ekspor Indonesia ke Aljazair sebesar US$ 72,41 juta. Nilai ini mengalami peningkatan sebesar 75,42% dibanding periode yang sama tahun lalu. Produk ekspor Indonesia ke Aljazair antara lain margarin, kopi, kayu lapis, minyak kelapa sawit, dan minyak nabati lainnya.
Dalam pertemuan ini, delegasi Aljazair terdiri atas Gubernur Bouira, Ketua DPRD Bouira, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) Bouira, dan pelaku usaha Aljazair. Pertemuan terselenggara atas kerja sama Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag dengan Kedutaan Besar RI di Alger, Aljazair.
“Kemendag mendorong para pelaku usaha Indonesia untuk terus membina hubungan yang telah terjalin dengan baik serta berupaya secara aktif memperluas pasar ekspornya,” imbuh Dody dalam keterangan resmi yang diterima InfoSAWIT.
Misi pembelian dan Forum Bisnis Aljazair ini diharapkan dapat merealisasikan kesepakatan bisnis dengan perusahaan Indonesia dan semakin meningkatkan hubungan dagang kedua negara di masa yang akan datang. “Kami memberikan tantangan kepada seluruh perwakilan RI di luar negeri untuk semakin gencar mendorong terealisasinya transaksi ekspor produk Indonesia ke luar negeri,” pungkas Dody. (T2)







