JAKARTA - Badan Pengelola Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan (REDD+) yang mewakili Indonesia pada hari Senin (24/11/2014, mensosialisasikan rancangan dokumen Tingkat Emisi Remisi untuk Deforestasi dan Degradasi Hutan (FREL) kepada seluruh pemangku kepentingan sebelum diresmikan sebagai dokumen negara.
Kepala BP REDD+ Heru Prasetyo, mengatakan sosialisasi FREL ini untuk kemudian disampaikan di forum konferensi para pihak (COP) Kerangka Konvensi PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) ke-20 di Lima, Peru, 8 Desember 2014 mendatang.
“FREL ini disusun bersama tim ahli dari BP REDD+, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH), Kementerian Pertanian, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Center for International Forestry Research (CIFOR), Institut Pertanian Bogor (IPB), United Nations Office for REDD+ Coordination in Indonesia (UNORCID), dan The Nature Conservation (TNC),” katanya di Jakarta, Senin (24/11/2014). (T3)







