InfoSAWIT, JAKARTA - Isu pemanasan global dan perubahan iklim telah dijadikan senjata ampuh oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM/NGO) negara-negara Barat untuk menekan negara-negara berkembang pesaing produk pertanian dan kehutanan mereka. Indonesia, Malaysia dan Brazil menjadi target utama.
Saat ini minyak kelapa sawit dari Indonesia dan Malaysia telah menggeser posisi minyak kedelai sebagai minyak nabati utama di dunia, sementara produksi kedelai dan tebu dari Brazil adalah ancaman langsung bagi industri bio-fuel mereka. Ketidak pahaman mengenai permasalahan yang sesungguhnya, dimanipulasi oleh NGO berkedok lingkungan untuk menyesatkan opini publik, bahkan berhasil menyesatkan para pembuat kebijakan di pemerintahan.
Agar tidak mudah dibohongi dan dimanipulasi oleh aktivis LSM berkedok lingkungan, lokal maupun asing, masyarakat perlu dibekali pengetahuan bahwa terjadinya pemanasan global adalah masalah emisi gas karbon dioksida, BUKAN masalah hutan ataupun gambut.
Terjadinya Pemanasan Global dan Perubahan Iklim.
- Perubahan Iklim (Climate Change) terjadi karena meningkatnya suhu bumi (Pemanasan Global /Global Warming).
- Suhu bumi meningkat (Global Warming) secara relatif perlahan namun pasti, dikarenakan panas yang diterima bumi dari matahari tidak dapat dipancarkan kembali ke luar atmosfir.
- Panas yang diterima bumi dari sengatan matahari tidak dapat dipancarkan kembali keluar atmosfir dikarenakan terhalang oleh gumpalan Gas Rumah Kaca (GRK) yang semakin menebal menggantung di atas atmosfir.
- GRK terbentuk dan semakin menebal oleh polusi karbon dioksida (CO2) yang dilepaskan ke udara dari berbagai sumber.
- Sumber utama polusi karbon adalah gas buang dari alat transportasi (darat, laut, dan udara), serta pabrik-pabrik pembangkit listrik dan industri.
Demikian penjelasan awam proses sebab-akibat terjadinya Pemanasan Global dan Perubahan Iklim. Ringkasnya, polusi udara oleh pabrik-pabrik dan alat transportasi telah mengakibatkan terjadinya Pemanasan Global dan Perubahan Iklim.
Pemanasan Global dan Perubahan Iklim ini telah mengancam eksistensi kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya sejagad raya.
Setelah menjawab pertanyaan “apa” (Pemanasan Global), “mengapa” (polusi karbon), “siapa” (industri, transportasi), pertanyaan berikutnya yang harus dijawab adalah “dimana” (where), dan “berapa banyak” (how much). Dengan mudah semua orang, termasuk anda, dapat menjawab pertanyaan: dimana di muka bumi ini terdapat mobil, bus, pesawat terbang, kapal laut, serta pabrik terbanyak jumlahnya? Di Indonesia atau di Eropa? Di Jakarta atau di Detroit? (Maruli Gultom/Praktisi Kelapa Sawit)
Lebih lengap Baca InfoSAWIT Edisi Juni 2017
http://www.store. infosawit.com







