Berita Lintas
sawitbaik

8 Kabupaten Sepakat Terapkan Yuridiksi Berkelanjutan



Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin (berbaju batik) menandatangani deklarasi Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) didampingi Sekjen APKASI yang sekaligus Bupati Bantaeng, Nurdin Abdulah (berbaju putih) dan disaksikan Staf Khusus Presiden Untuk Perubahan Iklim, Rakhmat Witoelar di JCC, Jakarta.
8 Kabupaten Sepakat Terapkan Yuridiksi Berkelanjutan

InfoSAWIT, JAKARTA - Pada Desember 2016 lalu, perwakilan dari delapan kabupaten dari enam provinsi yakni Musi Banyuasin, Rokan Hulu, Siak, Batanghari, Labuan Batu Utara, Sintang, Sanggau, dan Sigi bekerjasama dengan jejaring mitra pembangunan dan APKASI menggelar Forum Komunikasi Nasional pertama untuk pembentukan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL).

Dalalm keterangan resmi yang diterima InfoSAWIT, LTKL merupakan suatu forum kemitraan menuju kolaborasi berdampak untuk mendorong percepatan yuridiksi berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan, dengan fokus pada tata kelola lahan, baik di dalam dan/atau antar-Kabupaten melalui metode pelibatan inovatif.

Sinergi dengan Lingkar Temu Kabupaten Lestari untuk mendukung pembangunan berkelanjutan termasuk upaya di tingkat nasional terkait regulasi, tata niaga, kelembagaan dan implementasi programyang sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) memerlukan komitmen serius dari pemerintah daerah.

Inisiatif Lingkar Temu Kabupaten Lestari dan APKASI ini dapat menjadi gerakan yang nyata apabila diterjemahkan menjadi dokumen perencanaan, rencana tata ruang, dan alokasi anggaran yang sesuai dengan visi dan misi pembangunan berkelanjutan. Kita semua sadar bahwa tidak sedikit tantangan yang dihadapi pemerintah kabupaten, termasuk dari sisi sumber daya, kepentingan, kapasitas, serta fokus pembangunan masing-masing kabupaten. Tahun 2017 menjadi kunci karena diharapkan setiap kabupaten telah berhasil merumuskan rencana aksi daerah untuk implementasi SDGs di kabupatennya.

 

“Anggota LTKL dapat menjadi champion yang menggerakkan semangat berkolaborasi, tukar pengetahuan dan informasi, serta bekerjasama antar-kabupaten untuk penerapan langkah mencapai pembangunan kabupaten secara berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek-aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam kebijakan, perencanaan, anggaran, dan implementasi program-program di kabupaten,” jelas Staf Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim, Rakhmat Witoelar.

 

Sementara Sekretaris Jenderal APKASI sekaligus Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah mengatakan, Lingkar Temu Kabupaten Lestari punya potensi besar untuk mendorong pemberdayaan masyarakat desa, khususnya di sektor pengembangan ekonomi. “Kami perlu bekerjasama untuk mengangkat harkat petani di berbagai wilayah nusantara maupun ekonomi nasional melalui kepastian hukum dan tenurial serta skema pendaan inovatif guna memfasilitasi petani meningkatkan daya saing. Sektor pertanian adalah infrastruktur dasar yang perlu kita bangun. Hari ini menjadi momen bagi kita bersama untuk saling berbagi ilmu agar bermanfaat bagi masyarakat semua,” jelas Nurdin.

 

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan, salah satu program prioritas yang disepakati untuk diusung oleh LTKL adalah mendorong transformasi petani menjadi pelaku usaha berkelanjutan yang memiliki daya saing. “Program ini berkaitan erat dengan semangat dan tema APKASI Otonomi Expo 2017 yakni menumbuhkembangkan jiwa wirausaha daerah dalam menghadapi persaingan. Ini memang bukan hal mudah, untuk itulah perlunya kolaborasi antar-daerah,” papar Dodi.

 

Salah satu program prioritas yang disepakati untuk diusung oleh LTKL adalah mendorong transformasi petani menjadi pelaku usaha berkelanjutan yang memiliki daya saing. Petani sebagai pelaku usaha, warga desa dan konstituen kabupaten merupakan salah satu ujung tombak yang perlu dipicu untuk memiliki semangat kewirausahaan sehingga posisi tawar berbagai komoditas strategis di Indonesia dapat semakin meningkat.

 

“Kami siap mendukung dan memfasilitasi komitmen dari pemerintah kabupaten untuk berkolaborasi. Kedepannya kami berharap semakin banyak pemerintah kabupaten yang bergabung sehingga kolaborasi bersama ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi masalah kemiskinan dan pengangguran, serta menjaga kelestarian lingkungan” ujar Kepala Sekretariat Lingkar Temu Lestari Gita

Syahrani. (T2)