PALANGKARAYA – Kalimantan Tengah (Kalteng) tercatat sebagai salah satu penghasil minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia. Bahkan di wilayah ini terdapat 47 perusahaan modal asing. Namun sayang perusahaan perkebunan tidak mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah, lantaran kata Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, masih banyak penduduk miskin.
Ini terjadi lantaran banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit itu berkantor pusat di Jakarta, sehingga pajaknya masuk ke DKI Jakarta. Sebab itu kedepan pihaknya bakal menertibkan masalah ini dengan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub). “masalah ini masih kita bahas,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Palangkaraya.
Saat ini PAD Kalteng masih sekitar Rp 1,2 triliun, padahal hitungan Sugianto Sabran, PAD Kalteng bisa mencapai Rp 2 triliun lebih bahkan bisa sampai hingga Rp 4 triliun. Sebab itu penertiban sedang giat dilakukan, dari 47 PMA, ditengarai sebanyak 17 PMA masih dihadapkan pada masalah overlap lahan dengan masyarakat. “kebun-kebun yang overlap kita tindak, atau lahannya diberikan ke masyarakat,” tandas Sugianto. (T2)










