Berita Lintas
sawitbaik

Sawit Di Amazon Diduga Langgar Batas Lahan Basah



Sawit Di Amazon Diduga Langgar Batas Lahan Basah

InfoSAWIT, PERU - Kelapa sawit telah berkembang pesat di Amerika Latin. Dikatakan pihak  Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pada tahun 2015 bahwa 6% dari minyak sawit di dunia berasal dari Amerika Latin.

Para peneliti mencatat bahwa sementara pertanian komersial belum memperluas ke lahan areal gambut di Pastaza-Marañón Tanjung Basin, sementara pertanian padi dan perkebunan mulai melanggar batas lahan basah di bagian lain negara itu. Pada saat yang sama, perkebunan kelapa sawit juga telah dikembangkan di dalam negeri.

 

Menurut catatan kelompok pemerhati proyek Amazon, di sebelah selatan Pastaza-Marañón Tanjung Basin di wilayah Ucayali di Peru timur, lebih dari 9.400 hektar (ha) hutan telah dibuka untuk perkebunan kelapa sawit sejak tahun 2011. 

 

Dikatakan Ian Lawson, dosen geografi dan pembangunan berkelanjutan St Andrews University, ancaman yang paling cepat untuk lahan gambut yang berasal dari proyek-proyek infrastruktur, seperti pembangunan jalan. "Perkembangan pertanian komersial dan infrastruktur transportasi yang bersekongkol untuk membuat daerah-daerah terpencil di Peru lebih mudah diakses ke pasar dunia", katanya seperti dilansir Energydesk. (T3)