SIMPANG AMPEK – Sejumlah anggota Koperasi Unit Desa Permata Sawit Maligi (KUD PSM) kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, mempertanyakan kepada pengurus terkait pendapatan uang hasil panen kelapa sawit.
Menurut seorang anggota, Wisnu, Senin (24/11/2014), uang yang sampai tidak sesuai dengan hasil panen kelapa sawit. “Kita tidak ingin dibodoh-bodohi terus karena hasil yang diperoleh dari hasil kelapa sawit tidak sesuai kenyataan. Kemana uang yang tidak sampai itu. Diduga ada penggelapan hasil kelapa sawit setiap bulannya,” tuturnya.
Sebagaimana diberitakan Antara Sumbar, ia kemudian menjelaskan, bahwa luas kebun kelapa sawit KUD PSM mencapai 665 hektare dengan hasil panen mencapai 886 ton. Jika dikalikan harga kelapa sawit Rp1.684 /kg maka hasilnya mencapai Rp1.438.344.000.
Tapi kata Wisnu, kenyataan yang ada anggota yang terdiri dari 1.050 kk hanya menerima Rp616.350.000 atau hanya Rp587.000 setiap kknya. (T3)










