Operasional dari unit claybath adalah dengan mensirkulasikan suspensi CaCO3 dari bak reservoir menuju bak pemisah dan kemudian suspensi akan turun kembali ke bak reservoir secara over flow dan under flow. Masing-masing keluaran akan membawa material terpisah yang berupa wet kernel dan wet shell. Wet kernel akan keluar melalui over flow, sedangkan wet shell melalui under flow. Setiap keluaran akan ditiriskan menggunakan vibrating screen dengan ukuran mesh 10.
Suspensi CaCO3 akan turun menuju bak reservoir, sedangkan material akan dilanjutkan ke proses berikutnya. Berkaitan dengan sifat CaCO3 yang mudah engendap jika didiamkan, maka pada bak reservoir dipasang stirrer dengan kecepatan 7 rpm.
CaCO3 adalah bahan kimia berbentuk serbuk dan berwarna putih dengan pH basa rendah berkisar 9. CaCO3 diperoleh melalui penambangan batu kapur yang kemudian diolah hingga terbentuk serbuk.
Ukuran dari serbuk CaCO3 sangat bervariasi sesuai dengan fungsionalnya. Ukuran dari serbuk CaCO3 dinyatakan dengan satuan mesh. Sebagai salah satu contoh adalah ukuran mesh 200 dan mesh 400 yang digunakan oleh industri PMKS.
Dalam melaksanakan pengambilan busa CaCO3 unit claybath mempunyai beberapa tujuan, diantaranya, ingin mengetahui pengaruh yang terjadi di dalam proses claybath dan ingin mengetahui persentase CaCO3 yang dapat diperoleh. Apakah mengalami penghematan pemakaian CaCO3 ataukah mengalami pemborosan pemakaian CaCO3 setelah melakukan pengutipan busa.
Minyak merupakan salah satu kontaminan yang dapat menurunkan SG suspensi CaCO3. Semakin cepat SG suspensi turun, maka penggunaan CaCO3 semakin banyak yang ditandai dengan seringnya operator menambahkan serbuk CaCO3 ke dalam bak reservoir. Oleh karena itu percobaan untuk melakukan penelitian pengutipan busa pada permukaan bak reservoir di pagi hari.









