JAKARTA – Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim, Shinta W Kamdani menyatakan, Indonesia membutuhkan komitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca karena belum memiliki dasar perhitungan yang disepakati bersama.
Presiden Joko Widodo sudah menyiapkan konsep Anggaran Perencanaan Hijau yang dapat memberikan akselerasi terhadap pembangunan Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan sebagai dorongan untuk komitmen Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang disampaikan di Kopenhagen dalam pertemuan Konvensi Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change-UNFCCC) tentang itikad Indonesia mengurangi gas rumah kaca hingga 26 persen di 2020.
Sebagai refleksi dari upaya tersebut, KADIN menyambut dengan membentuk organisasi Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) yang akan menjadi cikal bakal kegiatan terkait pembangunan berkelanjutan yang dilakukan oleh multi sektor usaha.
“Dengan memperbaiki kiat implementasi rencana kerja hijau saat ini, pemerintah sekarang cukup yakin standar-standar kehidupan yang lebih hijau di Indonesia sebagai dasar dari upaya penting pengurangan emisi karbon dan pencegahan perubahan iklim dapat tercapai,” ungkapnya seperti dikutip MetroTV News, Rabu (03/12/2014). (T4)









