Berita Lintas
sawitbaik

Harga CPO Rontok, Pengaruhi Kredit Perkebunan Sawit



Harga CPO Rontok, Pengaruhi Kredit Perkebunan Sawit

PEKANBARU – Menurunnya harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) global mempengaruhi tingkat risiko kredit subsektor perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau hingga triwulan III-2014.

Menurut penuturan Pemimpin BI Perwakilan Riau, Mahdi Muhammad, sebagaimana dilansir Antara Sumbar, Kamis (4/12/2014), bahwa non performing loan (NPL) pada subsektor kelapa sawit mengambil porsi 14% dari keseluruhan total NPL di Riau.

Berdasarkan data kajian regional BI, kredit yang disalurkan oleh bank umum di Riau pada triwulan III 2014 mencapai Rp50,98 triliun. Dari jumlah tersebut, tingkat NPL bank umum periode pelaporan sebenarnya relatif stabil jika dibandingkan periode sebelumnya, yaitu dari 3,54% menjadi 3,57%.

Namun kata Mahdi, BI menyoroti besarnya NPL pada subsektor perkebunan kelapa sawit karena pesatnya perkembangan komoditas sawit dalam beberapa tahun terakhir telah menarik dunia perbankan di daerah itu untuk memperluas portofolio kredit mereka dengan memberikan pinjaman kepada para pelaku usaha perkebunan sawit yang memiliki modal terbatas.

Tercatat, pada September 2014, sektor perkebunan sawit mengambil porsi sekitar 19% atau sebesar Rp9,91 triliun dari total kredit Rp50,98 triliun yang diberikan di Riau. “Besarnya porsi kredit yang diberikan kepada sektor perkebunan kelapa sawit dan kenaikan NPL dari sektor ini akan mengancam stabilitas keuangan,” ujarnya. (T3)