SINGAPURA – Sulitnya industri kelapa sawit masuk ke negara-negara Uni Eropa disebabkan beberapa faktor diantaranya ialah masalah lingkungan. Bahkan dengan adanya isu negatif tersebut, Perancis mengenakan bea impor sawit asal Indonesia sebesar 300%.
Menurut Managing Director Asian Agri Grup, Kelvin Tio, bukan hanya mengenai proteksi perdagangan yang diterapkan oleh negara-negara di Eropa itu, melainkan juga ada pengusaha nakal yang sengaja menghambat produk Indonesia untuk diekspor ke luar negeri.
"Kita memang mengetahui ada oknum, perusahaan yang nakal. Tapi banyak juga kita tahu ini dilakukan untuk proteksionisme. Seakan-akan kelapa sawit itu sangat jelek," katanya di Singapura, seperti dikutip Detik, Jumat (5/12/2014).
Salah satu kebijakan proteksi yang dilakukan negara Eropa terhadap sawit Indonesia adalah pengenaan bea masuk impor ke negara Prancis. Menurutnya, ini merupakan suatu tantangan yang tak mudah dilalui.
"Di Perancis 300% biaya impor dikenakan unuk kelapa sawit Indonesia," ungkapnya. (T3)










