SINGAPURA – Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berbasis di Singapura, Mudim Mas meluncurkan kebijakan keberlanjutan dengan komitmen mengeliminasi deforestasi, konversi lahan gambut, dan konflik sosial dalam rantai pasok komoditas kelapa sawitnya.
Seperti ditulis Mongabay, Jumat (05/12/2014), perusahaan meyakinkan bahwa keseluruhan produk kelapa sawit yang diproduksinya berada di bawah naungan standar RSPO.
Selain itu, perusahaan menerapkan komitmen dapat terlacak-kembali (traceable) hingga level pabrik pada akhir 2015 dan level kebun pada Desember 2016.
Pada kebijakan sosial, Musim Mas menyatakan “Menghargai hak smallholder untuk membangun atau mengkonversi lahan mereka, serta menjaga komitmen Tanpa Deforestasi, Tanpa Pembangunan di Lahan Gambut dan Tanpa Eksploitasi.” (T4)







