PEKANBARU – Program integrasi sawit-sapi yang telah dicanangkan pemerintah nampaknya belum berjalan dengan baik. Hanya beberapa perusahaan saja yang baru menjalankan program ini, diantaranya perusahaan perkebunan milik BUMN yaitu PTPN V.
‘’Perkembangan program integrasi sapi sawit di PTPN V yang telah dilaksanakan, pada awalnya kami tidak berpengalaman melaksanakan usaha ternak sapi. Sebab bisnis murni PTPN V adalah bercocok tanam kelapa sawit dan karet serta mengelola hasilnya menjadi CPO dan SIR,’’ kata Direktur Perencanaan dan Pengembangan PTPN V Berlino Mahendra Santosa, Rabu (3/12/2014).
Lanjutnya ia mengatakan, karena diamanatkan pemerintah melalui Menteri BUMN, PTPN V harus berperan serta mengembangkan sapi untuk mendukung program swasembada daging sapi di Riau.
“Program pengembangan sapi di perkebunan kelapa sawit memang sangat tepat dengan daya dukung pelepah sawit hasil tunas, rumput lapangan dan adanya pabrik bungkil inti sawit sebagai bahan pakan,’’ ujarnya dalam workshop “Diseminasi Teknologi Pakan dalam Pengembangan Integrasi Sawit-Sapi”, seperti ditulis Riau Pos. (T3)







