SUMATERA UTARA – Kementerian Pertanian mengklaim program integrasi sapi mengalami peningkatakan, hal ini ditandai semakin banyaknya perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di perkebunan sawit melakukan integrasi sawit-sapi.
Hal ini sebagaimana dilansir Badan Litbang Pertanian, Jumat (5/12/2014), bahwa integrasi perkebunan sawit dengan peternakan sapi potong yang dikembangkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak) terus mengalami peningkatan.
Perkembangan program ini dapat dilihat pada kunjungan lapang Puslitbangnak beberapa waktu lalu ke PT. Bakrie Sumatera Plantations (BSP) dan PT. Perkebunan Nusantara III (PTPN III) di Sumatera Utara.
“Terlihat bahwa dua perusahaan tersebut melaksanakan kajian integrasi sawit-sapi dengan metode penggembalaan,” ungkap Balitbangtan.
PT. BSP membuka lahan perkebunan sawitnya untuk penggembalaan sapi milik peternak rakyat, salah satunya berada di perkebunan Gurach Batu Estate, Asahan, Sumatera Utara. Pembukaan lahan untuk penggembalaan sapi milik peternak rakyat merupakan komitmen PT. BSP untuk mengembangkan integrasi sawit-sapi.
“Perkebunan sawit mendapatkan manfaat dari keberadaan sapi di lahan perkebunan karena bisa mengurangi gulma dan mampu memanfaatkan limbah sawit,” kata Manager Gurach Batu Estate PT. BSP, Adni Sahid. (T3)










