BURMA – Warga desa yang kehilangan tanah akibat pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit perusahaan Malaysia menandatangani petisi untuk meminta kompensasi kepada pemerintah Burma (Karen National Union-KNU) dan pemerintah negara bagian setempat.
Menurut Poe San, salah satu pemimpin petisi dari Organisasi Pemuda Selatan, mengatakan pada Karen News, Kamis (11/12/2014) bahwa penduduk desa tidak mendapatkan kompensasi apapun.
“Tidak ada yang memberitahu penduduk desa bahwa lahan mereka akan dibershikan untuk proyek tersebut. Itulah sebabnya kami memutuskan untuk menandatangani petisi kepada KNU dan pemerintah negara bagian untuk diberikan kompensasi pada mereka,” ungkapnya.
Menurut Poe San, bahwa terdapat 1.400 tanda tangan yang telah dikumpulkan sejak 4 Desember 2014 termasuk 11 desa yang tanahnya disita untuk proyek tersebut.
Menurut penduduk desa di wilayah Tanintharyi, lebih dari 40 keluarga dari desa Bawsanway dan keluarga dari desa Thein byin kehilangan tanah dan perkebunan mereka untuk membuat lahan kelapa sawit. (T4)










