Berita Lintas
sawitbaik

Sekjen RSPO: Bersama Hilangkan Kaitan antara Kelapa Sawit dan Deforestasi



Sekjen RSPO: Bersama Hilangkan Kaitan antara Kelapa Sawit dan Deforestasi

KUALA LUMPUR – Sekretaris Jenderal RSPO, Darrel Webber dalam sesi wawancaranya dengan Eco-Business, Rabu (10/12/2014) menyatakan bahwa saat ini, pandangan sektor pertanian telah berubah. Industri pertanian harus lebih peduli pada dampak sosial dan lingkungan dalam aktivitas mereka, terlebih dengan konsumen yang semakin edukatif dan meminta perusahaan beroperasi secara bertanggung jawab.

Dalam pernyataannya pada sidang umum tahunan RSPO bulan lalu, Webber berkomentar bahwa sangat disayangkan negara seperti Malaysia, Indonesia dan Singapura bukanlah pasar yang besar untuk minyak sawit berkelanjutan.

“Karena konsekuensi dari deforestasi dan pembakaran lahan gambut dirasakan paling akut di wliayah ini,”terangnya. Ia menambahkan, bahwa sertifikasi RSPO dibuat untuk menjamin perlakuan yang adil bagi pekerja kelapa sawit, efisiensi sumber daya, dan persetujuan dari masyarakat setempat. “Klaim nol deforestasi saja tidak dapat menjamin kualitas lainnya,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan permintaan pasar, ia menyarankan bahwa konsumen yang semakin sadar resiko minyak sawit tak berkelanjutan melalui laporan media dan kampanye LSM, seharusnya meminta kepada perusahaan untuk melobi mereka menggunakan minyak sawit berkelanjutan dalam rantai pasok. “Orang-orang belum menyadari kekuatan mereka dalam merubah perilaku,” tutupnya. (T4)