Berita Lintas
sawitbaik

Ribuan Orang Turun untuk Keadilan Iklim di Peru



 Ribuan Orang Turun untuk Keadilan Iklim di Peru

LIMA – “Air Ya, Minyak Tidak”, begitulah isi pesan spanduk pawai untuk iklim di Lima menggunakan spanduk hijau besar membentang di sepanjang jalan sepanjang barisan orang-orang yang menuntut tindakan pemerintah untuk perubahan iklim bukanlah janji belaka.

Alejandra Alayza, pihak konfederasi keadilan dunia (Oxford Famine Relief – OXFAM) untuk Peru menyatakan orang-orang mendesak pemerintah untuk lebih memperhatikan banyaknya pelanggaran lingkungan di negeri ini. Pawai dilakukan oleh pihak LSM, masyarakat adat, serikat buruh dan mereka yang berjuang atas hak tanah mereka semua turun ke jalan.

“Kami meminta koherensi dari pemerintah, kami ingin melihat seberapa besar kepedulian mereka nantinya akan perubahan iklim, karena selama ini yang pemerintah lakukan adalah bertentangan dengan menjaga lingkungan,” ungkap Alejandra, Kamis (11/12/2014) pada The Hindu.

Menurut LSM Avaaz, diperkirakan, 15.000 orang turun ke jalanan di Lima pada hari ini (kemarin – red) untuk Pawai Iklim Rakyat dan menyerukan kepada para menteri untuk beralih pada 100 persen energy bersih pada tahun 2050.

Pawai ini pula diisi dengan penyampaian petisi oleh 2.2 juta orang dan 100 anak-anak untuk diserahkan kepada Sekjen PBB, Ban Ki Moon, Presiden Peru Ollanta Humala dan Konferensi Partai Presiden, Manuel Pulgar Vidal. (T4)