JAKARTA - Skema Sertifikasi Pengelolaan Hutan Lestari atau Indonesian Forestry Certification Cooperation (IFCC), secara resmi telah mendapatkan endorsement dari sistem sertifikasi terdepan dan terpercaya di dunia yaitu Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC). PEFC adalah organisasi global yang berbasis di Geneva dan telah memberikan sertifikasi lebih dari 264 juta hektar hutan dan 15.804 perusahaan (CoC).
IFCC Chairman, Drajad H Wibowo mengatakan, selama ini orang sering mempertentangkan antara kelestarian hutan dengan pembangunan ekonomi. Sertifikasi standar IFCC yang di endorse PEFC ini menjadi alat efektif mendorong pengelolaan hutan lestari dan secara bersamaan sekaligus menjaga ekspor produk hasil hutan dan olahannya.
“Sertifikasi Pengelolaan Hutan Lestari PEFC/IFCC ini adalah alat pasar yang bersifat voluntary sehingga tidak ada pertentangan apapun dengan SVLK yang diwajibkan oleh Pemerintah,” katanya saat launching dan seminar Skema Sertifikasi Pengelolaan Hutan Lestari dan Lacak Balak (CoC) IFCC di Jakarta, Kamis (11/12/2014).
Lanjutnya ia menjelaskan, bahwa sertifikasi PEFC/IFCC ini muncul karena permintaan perusahaan ritel dan perusahaan multinasional dunia yang ingin menunjukkan pada konsumennya bahwa mereka hanya membeli produk produk yang dihasilkan dari hutan yang dikelola dengan baik antara lain kertas, furniture dan lain lain.
“Jadi nantinya produk yang mendapat sertifikat IFCC akan diberi logo PEFC sehingga dapat dijual di perusahaan berskala internasional seperti Wallmart. Kami mengajak seluruh stakeholder untuk secara bersama menjaga dan mengawasi agar sertifikasi IFCC ini tetap kredibel,” jelasnya. (T3)







