KUALA LUMPUR - Beberapa perusahaan makanan Prancis dan Belgia telah mengambil untuk produk label 'No Palm Oil/tidak ada minyak sawit' - sesuatu usaha untuk menginformasikan konsumen yang mungkin ingin menghindari kelapa sawit - karena alasan kesehatan lingkungan. Namun para ahli hukum mengatakan ini bisa melanggar hukum Uni Eropa dan menimbulkan penghalang ilmiah dibenarkan untuk perdagangan.
Mengutip Food Navigator, Rabu (10/12/2014), dalam pertemuannya dengan wartawan Eropa, Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Datuk Seri Douglas Uggah Embas mengatakan, label ini tidak adil, tidak berdasar dan upaya yang disengaja untuk menghambat industri kelapa sawit.
Namun dia mengatakan dialog ini bukan melawan hambatan perdagangan terhadap ekspor Uni Eropa ataupun membawa keranah hukum, akan tetapi menjadi kunci dalam menemukan solusi bagi kedua belah pihak. Selain itu, pihaknya akan terus berhubungan dengan pemerintah Perancis dan Belgia untuk mencari solusi.
"Bagi kami masalah ini sangat penting . Kami memiliki banyak perdagangan-perdagangan dua arah dengan Perancis, jadi kami berharap kedua pemerintah akan memahami bahwa setiap hambatan perdagangan tidak akan menjadi kepentingan kedua negara . Jadi kami berharap pemerintah Perancis akan membantu kita untuk menyelesaikan beberapa isu-isu tersebut," tandas Uggah Embas. (T3)










