JOHANNESBURG - Sebuah proyek biofuel baru yang telah diluncurkan di Marblehall di Provinsi Limpopo, yang terletak di timur laut Afrika Selatan, mungkin menjadi salah satu jawaban dunia untuk mengurangi emisi karbon dalam industri penerbangan hingga 50 persen.
Mengutip Bernama, Kamis (11/12/2014), bahwa proyek ini adalah inisiatif ilmiah oleh penerbangan dan industri pertanian, serta merupakan puncak dari penelitian ilmiah yang telah bertahun-tahun dalam pembuatannya.
Kepala Kelompok Lingkungan Hidup di South African Airways ( SAA ), John Cruickshank, mengatakan bahan bakar berkelanjutan ini untuk digunakan oleh perusahaan penerbangan yang bersedia menerapkan lingkungan hijau.
Selain itu tambanya, proyek ini sebagai langkah SAA menggantikan bahan bakar jet konvensional dengan biofuel, hingga 50 persen dari bahan bakar fosil saat ini yang sedang digunakan di Johannesburg . "Kami mencari 20 juta liter pada akhir 2017 dan sekitar 400-500 juta liter pada akhir 2023, " jelasnya.
Menurut Cruickshank, bahwa tujuan dari proyek ini adalah untuk membuat SAA maskapai penerbangan yang paling berkelanjutan di dunia. (T3)










