NIGERIA – Pemerintah Federal Nigeria akan habiskan N24 Miliar tiap tahun berdasarkan 75% keringanan bea masuk untuk importer minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang beroperasi di Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Zone-FTZ).
Hal ini diutarakan oleh Forum Pemilik Perkebunan Nigeria (Plantation Owners Forum of Nigeria-POFON), Asosiasi Petani Kelapa Sawit Nigeria (Oil Palm Growers Association of Nigeria – OPGAN) dan Asosiasi Produsen Kelapa Sawit Nasional di Nigeria (National Palm Producer Association of Nigeria – NPPAN).
Perkiraan kerugian ini didasarkan pada asumsi bahwa sekitar 600.000 ton CPO yang merupakan deficit dalam negeri, dihitung pada rata-rata tahun lalu, akan kembali diimpor setiap tahunnya.
Uday Pilani, Managing Director PRESCO Plc pada Business Day, Rabu (10/12/2014) mengatakan, pemerintah harus memastikan perlindungan bagi petani lokal dengan menerapkan bea pada minyak sawit impor.
“Jika tidak, produsen lokal yang memproduksi dengan biaya yang lebih tinggi dipaksa untuk menjual harga minyak sawit impor yang lebih murah tidak akan dapat bertahan hidup. Seperti itulah industri lokal ini berakhir di tahun 1960 lalu,” ungkap Pilani. (T4)










