KUALA LUMPUR – Malaysia, produsen komoditas kelapa sawit terbesar kedua di dunia, memperpanjang kebijakan pembebasan ekspor CPOnya hingga Januari, sesuai dengan surat edaran dari departemen bead an cukai Malaysia, Selasa (16/12/2014).
Pemain industri kelapa sawit berharap Malaysia melanjutkan pembebasan bea keluar pada minyak sawit mentah, dan menyatakan Indonesia akan melakukan hal yang sama sebagai upaya untuk mengeluarkan diri dari posisi terendah selama lima tahun terakhir.
Diberitakan Yahoo Finance, beberapa pelaku pasar bahkan mengharapkan Malaysia untuk membebaskan retribusi hingga Maret mendatang.
Negara Asia Tenggara mengkalkulasi harga referensi CPO untuk Januari yakni RM 2,124.53 per ton secara efektif menghapuskan bea pajak ekspor. (T4)







