Berita Lintas
sawitbaik

PR YANG MELULU TERABAIKAN



Pada umumnya, pertumbuhan bisnis selalu identik dengan ekspansi dan keuntungan. Namun, bisnis minyak sawit tak melulu bicarakan soal keuntungan. Melainkan fokus kepada lingkungan dan sosial yang kian menjadi soal.

Siapa yang tidak membutuhkan air bersih dan udara yang bersih?” ujar Dr David Suzuki, seorang penggiat lingkungan. Berasal dari negeri Sakura, David menceritakan berbagai persoalan lingkungan yang diakibatkan pembangunan industri yang tidak bertanggung jawab, dalam keynote address acara organisasi nirlaba Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) ke 12 lalu, di Malaysia.

Gaya penyampaiannya yang lugas dan sederhana, juga disertai beberapa cerita sederhana mengenai kehidupan, sangat mengena bagi setiap orang yang hadir didalam acara tersebut. Pantas saja, usai berbicara, David mendapatkan ganjaran standing applaus meriah dari peserta yang menyimaknya.

Ringkasnya, pesan yang disampaikan David mengenai keberadaan bisnis, harus pula memperhatikan faktor lingkungan dan sosial. Pasalnya, keberadaan bisnis tidak akan berkesinambungan, jika keadaan lingkungan dan sosial sekitarnya, tidak terjaga dengan baik. Sebab itu, praktik bisnis yang baik dan benar, harus sejalan dengan lingkungan dan sosial sekitarnya.

Sebagai bagian dari mata rantai ekonomi, bisnis minyak sawit global memang memegang peranan besar bagi pertumbuhan bisnis minyak nabati dunia. Keunggulan produktivitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan minyak nabati lainnya, menjadikan minyak sawit sebagai minyak nabati yang paling efisien. Efisien dalam menggunakan lahan dan juga biaya produksi setiap produk yang dihasilkannya.

Terlebih, . . .