Berita Lintas
sawitbaik

Bayer Dukung Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia 2045



Bayer Dukung Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia 2045

InfoSAWIT, BANJARBARU - Bayer, perusahaan global dengan kompetensi di bidang Life Science terkait kesehatan dan pertanian, turut merayakan Hari Pangan Sedunia 2018 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Keikutsertaan ini, menandakan dukungan konkret Bayer  terhadap upaya pemerintah dalam menggenjot sektor pertanian nasional dan menjadi lumbung pangan dunia 2045.

Dikatakan Team Lead Customer Marketing Manager, PT Bayer Indonesia, Jarot Warseno, pihanya optimis visi Pemerintah untuk menjadi lumbung pangan dunia akan terwujud karena saat ini berbagai produksi komoditas pertanian Indonesia telah meningkat secara bertahap.

Lebih lanjut tutur Jarot, sebagai perusahaan yang bebasiskan ilmu pengetahuan, Bayer mendukung Pemerintah dengan meningkatkan pengetahuan para petani dan memperkenalkan berbagai solusi pertanian yang tidak hanya dapat memaksimalkan potensi hasil namun juga dapat menjaga kelestarian lingkungan. 

“Dengan penggunaan berbagai teknologi pertanian yang kami perkenalkan, kami yakin Indonesia akan dapat terus meningkatkan hasil produksi pangannya dan memantapkan visinya menuju ketahanan pangan dan lumbung pangan dunia 2045,” tutur Jarot Warseno dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini..

Meski sektor pertanian mencetak pertumbuhan yang positif, industri ini masih harus menghadapi berbagai tantangan yang mengancam ketahanan pangan Indonesia. Salah satu tantangan terbesar adalah keterbatasan lahan produktif, hama penyakit, hingga terbatasnya petani penggarap dapat mempengaruhi hasil dan kualitas panen. Belum lagi cuaca ekstrem dapat menyebabkan gagal panen.

Namu demikian pihak Bayer percaya dengan penerapan inovasi yang tepat, tantangan-tantangan tersebut dapat diselesaikan dengan cara yang menyeluruh dan berkelanjutan. Maka dari itu dalam gelaran Hari Pangan Sedunia 2018, Bayer memperkenalkan rangkaian inovasi agrikultur yang membantu ciptakan dan melestarikan lahan produktif di Indonesia. (T2)