Berita Lintas
sawitbaik

Membangun Kritik Sawit Yang Konstruktif



Membangun Kritik Sawit Yang Konstruktif

InfoSAWIT, MEDAN- Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kepala Sawit Indonesia (GAPKI) Kacuk Sumarto mengakui, industri kelapa sawit Indonesia saat ini masih memiliki kekurangan. Untuk itu, Kacuk mengapresiasi kritik membangun sehingga memberikan manfaat bagi industri yang menjadi komoditas andalan negeri ini.

Lebih lanjut kata Kacuk, pengelolaan perkebunan kelapa sawit saat ini memang tidak sempurna, sebab itu wajar bila butuh masukan yang membangun. “Hanya saja kritik dari LSM itu jangan kebablasan sehingga cenderung mematikan industri ini bukannya membangun. Kritik harus kontruktif,” ucap Kacuk, saat mengisi Workshop Jurnalistik di Medan Sumatera Utara, Rabu (24/10), dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT.

Kacuk juga menegaskan, industri kelapa sawit saat ini memberikan kontribusi kepada negara dengan nilai ekspor total lebih dari Rp 350 triliun,  5,5 juta pekerja langsung, 12 juta tenaga kerja tidak langsun, serta  usaha pertanian yang mempekerjakan 4,6 juta orang. Sehingga munculnya isu negatif mengenai sawit terkait langsung pada kelangsungan industri padat karya ini terutama pengaruh pada pembangunan daerah.

“Memang ada pemasukan untuk daerah dari sawit, namun lebih dari itu PDB daerah juga meningkat dengan adanya industri ini. Daerah sentra sawit pertumbuhannya jauh lebih tinggi dibandingkan daerah non sentra sawit” jelas Kacuk. 

Hal senada diungkapkan Corporate Secretary BPDPKS Kementerian Keuangan, Ahmad Maulizal Sutawijaya, maraknya isu negatif mengenai industri kelapa sawit Indonesia harus diperangi bersama. Untuk itu, BPDPKS menginisiasi jargon dengan hastag #sawitbaik di media sosial maupun dalam upaya-upaya diplomasi dan promosi.  (T2)