Berita Lintas
sawitbaik

Cegah Kebakaran Minamas Bekerjasam Universitas Palangkaraya Bantuk Desa Mandiri Cegah Api



Cegah Kebakaran Minamas Bekerjasam Universitas Palangkaraya Bantuk Desa Mandiri Cegah Api
InfoSAWIT, PALANGKA RAYA - Sebagai salah satu bentuk komitmen dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) untuk di wilayah Kalimantan Tengah, pada Senin (29/10 /2018) Minamas Plantation lewat anak usahanya PT Teguh Sampurna (PT. TSA) dan PT Kridatama Lancar (PT. KLR) menandatangani nota kesepakatan dengan Universitas Palang Raya sebagai Partner dalam menjalankan Program Desa Mandiri Cegah Api berbasis desa di wilayah Kalimantan Tengah.
 
Adapun 5 desa yabg yang mendapatkan pendampingan program tersebut adalah Desa Ayawan, Desa Sukamandang, Desa Kapuk, Desa Sahabu dan Desa Pantap yang berada di dalam dan bersinggungan langsung dengan areal perkebunan Minamas Plantation di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan.
 
Program ini dilaksanakan oleh para peneliti dan team ahli bersama tenaga pendamping, melalui kegiatan pendampingan dengan cara hidup bersama ditengah tengah masyarakat, mengidentifikasi faktor - faktor sosial ekonomi yang memaksa mereka melakukan pembakaran lahan setiap tahun dan mengevaluasi pendekatan yang paling tepat untuk diterapkan di wilayah tersebut.
 
Kata Rektor Universitas Palangka Raya, Andrie Elia Embang, tujuan kerjasama ini untuk merumuskan pendekatan jangka panjang dalam memperbaiki mata pencaharian masyarakat di sekitar kebun. "Serta berbagi pengalaman tentang penerapan budidaya sesuai Good Agricultur Practices tanpa membakar lahan," katanya kepada InfoSAWIT, Senin (29/10 /2018) di Palangka Raya.
 
Sementara tutur CEO Region Kalimantan Barat dan Tengah Minamas Plantation, Jeffry Faizal Kamaruddin, kerjasama dengan Universitas Palangka Raya ini akan mengurangi kebiasaan masyarakat dalam budidaya dengan cara membakar untuk membuka lahan di 5 Desa tersebut. "Masyarakat desa juga akan mendapatkan ilmu baru tentang pola menanam dengan sistem Zerro Burning, pemetaan dan pemetaan dan pembuatan peta desa pembuatan aturan-aturan desa, dan nantinya akan diterapkan oleh kelompok - kelompok desa yang sudah terbentuk. Lantas pihak Universitas Palangka Raya akan memastikan adanya peningkatan keterlibatan dan pemahaman masyarakat desa mengenai praktik perkebunan berkelanjutan," tandas Jeffry. (T2)