Berita Lintas
sawitbaik

Dorab Mistry: Harga Minyak Sawit Masih Berfluktuasi



Dorab Mistry: Harga Minyak Sawit Masih Berfluktuasi

InfoSAWIT, NUS DUA - Dorab E Mistry dari Godrej International Limited memuji  perkembangan kebijakan biodiesel Indonesia, yang merupakan keberhasilan lobby para pemangku kepentingan sawit, termasuk GAPKI.

Kebijakan ini telah membuat industri sawit Indonesia menjadi dinamis. Faktor pendukung lain adalah penandatanganan kerjasama Indonesia dan India untuk mempromosikan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) ke pasar India. Secara umum, dapat dikatakan bahwa prospek Indonesia sangat cerah. Kondisi ini sangat berbeda dengan persoalan yang dihadapi Malaysia.

“Malaysia tertinggal jauh karena kesulitan menghadapi masalah ketenagakerjaan dan keterlambatan peremajaan kebun. Ini berdampak panen dan harga yang rendah,” katanya di Nusa Dua, Bali dalam acara Konferensi Minyak Sawit Internasional, yang dihadiri InfoSAWIT, Jumat (2/11/2018).

Produksi minyak sawit pada 2019 diperkirakan terdampak oleh El Nino dalam intensitas sedang. Ini terjadi dengan biological low cycle yang akan mempengaruhi produksi sawit di Indonesia dan Malaysia.

Kebutuhan energi dunia menunjukkan peningkatan yang baik. Demikian juga dengan peningkatan produksi pangan. Skenario pasokan minyak nabati dunia juga lebih baik namun peningkatan produksinya lebih rendah.

Karena  penumpukan stok, asumsi yang dipakai dalam membuat outlook, diantara harga Brent. Harga brent crude sekitar US$ 80-90 per barrel, dengan kemungkinan peningkatan suku bunga The Fed pada Desember 2018 dan 2019, serta pelambatan pertumbuhan produk domestik bruto (GDP) dunia pada tahun 2018.

Minyak sawit diperkirakan akan menyentuh harga paling rendah dan kemudian akan meningkat lagi. Future BMD akan mencapai 2100 Ringgit dan membantu daya saing dari minyak sawit sehingga mengalami peningkatan. Jika harga minyak solar dan bensin naik, PME blending akan menjadi makin menarik. Sementara diharapkan,RBD Olein akan berada di angka kurang dari US$ 550 FOB.