JAKARTA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), mengatakan, saat ini minyak nabati dunia, baik harga dan permintaan, sedang mengalami masa lesu secara bersamaan.
“Harga minyak sawit mentah sedang mengalami pelemahan hingga angka terendah selama lima tahun terakhir. Harga minyak sawit semakin terpuruk karena minyak nabati lain juga mengalami keterpurukan harga terutama kedelai,” papar Direktur Eksekutif Gapki, Fadhil Hasan, dalam sebuah pernyataan yang diterima InfoSAWIT, Senin (22/9/2014).
Menurutnya, dalam pasar minyak nabati global, minyak sawit paling menentukan melemahnya harga minyak nabati lainnya.Permintaan minyak nabati global sepanjang Agustus turun 10% dibandingkan dengan Juli.
“Meningkatnya prospek produksi di Asia Tenggara dan rendahnya impor dari China dan India, harga minyak kedelai yang lebih kompetitif dibandingkan dengan minyak bijian lainnya,menguatnya mata uang Malaysia, melemahnya harga minyak mentah dunia dan masih adanya stok yang cukup di negara pengimpor menyebabkan permintaan turun sehingga harga minyak sawit mentah (CPO) terpuruk semakin dalam,” jelasnya. (T3)







