Berita Lintas
sawitbaik

INFO CWE : Pemanfaatan Bambu Sebagai Wadah Media Tumbuh Bibit Mucuna Bracteata



INFO CWE : Pemanfaatan Bambu Sebagai Wadah Media Tumbuh Bibit Mucuna Bracteata

Memilih Penggunaan Media Tanam Top Soil Atau Pupuk Kandang

Penggunaan media tanam top soil dan pupuk kandang dalam proses pembibitan mucuna bracteata dalam media bambu, memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Penggunaan pupuk kandang mendorong lebih cepat pertumbuhan vegetatif, sementara daya kecambah mucuna bracteata lebih tinggi bila menggunakan media tanam top soil.

Pada umur 5 HST rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman Mucuna bracteata pada media top soil lebih subur dibandingkan rerata pertumbuhan tinggi tanaman pada media pupuk kandang. Tinggi tanaman pada media top soil adalah 1,5 cm, tiga kali lebih tinggi dibandingkan media pupuk kandang yang hanya 0,5 cm.

 Namun, pada umur 10 HST perbedaan tinggi tanaman pada kedua media tidak berbeda jauh, pada media top soil tinggi tanaman hanya bertambah 0,88 cm menjadi 2,38 cm. Pada media pupuk kandang pertumbuhan tinggi tanaman meningkat, dari 0,5 cm menjadi 2,35 cm atau naik sebesar 1,85 cm. Pada pengamatan umur 10 HST pertumbuhan rerata tinggi tanaman pada media pupuk kandang 2 kali lipat lebih tinggi dari pertumbuhan pada media top soil. Pada tanaman umur 15 HST rerata tinggi tanaman Mucuna bracteata pada media pupuk kandang melampaui tinggi batang Mucuna bracteata pada media top soil. Pada media top soil rerata tinggi tanaman hanya mengalami peningkatan sebesar 1,59 cm, sehingga rerata tinggi tanamannya menjadi 3,97 cm, sedangkan pada media pupuk kandang terjadi peningkatan rerata tinggi tanaman lebih besar yakni 2,22 cm, sehingga rerata tinggi tanamannya menjadi 4,57 cm.

 Berdasarkan data pertumbuhan diameter batang, respon pertumbuhan diameter batang pada media top soil pada umur 5 HST adalah 1 mm, sedangkan pada media pupuk kandang 2 mm. hal ini diduga lebih disebabkan karena kualitas benih Mucuna bracteata. Pada umur 10 HST terjadi pertumbuhan diameter sebesar 0,95 mm pada media top soil  sedangkan pada media pupuk kandang justru terjadi penurunan 0,4 mm, menjadi 1,96 mm. Perubahan tersebut terjadi karena bertambahnya benih yang baru tumbuh dan dari benih tersebut terdapat benih yang pertumbuhannya kurang baik. Pada pengamatan terakhir umur 15 HST rata-rata pertumbuhan diameter batang pada media top soil  tetap seperti pada pengamatan 10 HST, yaitu 1,95 mm. Hal ini dikarenakan terdapat benih yang baru tumbuh dan pertumbuhannya kurang subur, sehingga mempengaruhi rerata pertumbuhan diameter batang Mucuna bracteata pada umur 15 HST, yang seharusnya mengalami peningkatan pertumbuhan, namun justru mengalami stagnasi rerata pertumbuhan. Namun hal tersebut tidak terjadi pada Mucuna bracteata yang ditanam pada media pupuk kandang. Mucuna bracteata yang ditanam pada media pupuk kandang mengalami peningkatan rerata diameter batang sebesar 0,47 mm sehingga diameter batangnya menjadi 2,43 mm.

 Berdasarkan data, pada media. . .