InfoSAWIT, JAKARTA – Lantaran harga minyak sawit mentah (CPO) di dunia kian melemah, yang pada akhirnya berimplikasi pada tertekannya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit. Mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi kebijakan pungutan ekspor sawit yang telah berjalan semenjak pertengahan tahun 2016 lalu.
Pada Senin (26/11/2018) dari Informasi yang didapat InfoSAWIT, kebijakan pungutan ekspor sawit yang dananya dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), untuk sementara dihilangkan atau di Nol kan.
Kebijakan ini sejatinya akan mirip dengan Kebijakan Bea Keluar (BK) yang sudah berjalan bertahun-tahun, kendati sudah hampir lebih dari tiga tahun nilainya nol lantaran berada di ambang batas pengenaan BK, yakni US$ 750/ton.
Nah untuk pungutan ekspor sawit juga akan ditetapkan serupa hanya saja ambang batas bawah ditetapkan lebih rendah yakni US$ 500/ton. Jika harga CPO merangkak naik dan melebih ambang batas tersebut maka pungutan ekspor akan dikenakan kembali. (T2)
Mekanisme Pungutan Ekspor Yang Diputuskan Oleh Komite Pengarah BPDP-KS Adalah Sebagai Berikut:
|
No. |
Keterangan |
Pungutan Sekarang (US$/ton) |
Pungutan jika harga < US$ 500/ton |
Pungutan jika harga di antara US$ 500/ton s.d 549/ton |
Harga > US$ 549/ton |
|
1 |
CPO |
50 |
0 |
25 |
50 |
|
2 |
Turunan 1 |
30 |
0 |
10 |
30 |
|
3 |
Turunan 2 |
20 |
0 |
5 |
20 |







