InfoSAWIT, JAKARTA - Bagi sebagian kalangan penggiat lingkungan dan sosial, perkebunan kelapa sawit yang kian meluas, kerap menjadi “hama” bagi keberadaan planet bumi. sebab itu, berbagai tudingan hingga demo anarkis, kerap dilakukan secara terencana dan sistimatis. berbekal jejaring kerja yang juga meluas, para aktivis ini, kerap mendapatkan banyak dukungan.
Betapa tidak, berbagai aksi nekad juga sering dilakukan para aktivis, guna menyuarakan teriakannya supaya terdengar oleh masyarakat luas, termasuk pemerintah. Memang, pada dasarnya, kegiatan para aktivis ini merupakan bagian dari suara masyarakat, yang sering identik dengan sebutan silent majority. Dimana, suara yang dilontarkan, menjadi bagian besar dari kepentingan masyarakat luas.
Namun, sering pula suara para penggiat lingkungan dan sosial ini, menemukan banyak kebuntuan. Terlebih, bila pada awalnya teriakan yang dikumandangkan begitu kencang, namun seiring berjalannya waktu, suara itu melemah dan menghilang. Tentu saja, banyak pertanyaan besar yang kemudian muncul pula di masyarakat, sebagai respon atas hilangnya suara aktivis.
Banyak cerita yang beredar seputar kasus oknum tertentu, ada pula cerita pilu nan sedih, yang menjadi gambaran atas realitas kehidupan. Namun, semua cerita selalu bermuara atas keberadaan minyak sawit, lantaran, penulis sendiri hanya menuliskan kegiatan seputar dunia sawit. Tentu saja, InfoSAWIT juga selalu merespon semua pemberitaan mengenai minyak sawit.
Berbagai lakon menarik, yang berlaga seputar isu minyak sawit, juga menjadi human interest, yang layak untuk dituliskan. Kendati, banyak pihak yang mengomentari berbagai persoalan minyak sawit, akibat ulah dari lakon yang tidak menarik. Toh, semua pendapat apapun bisa ditampung dalam media, jika InfoSAWIT tidak menuliskan, bisa jadi media lain akan memuatnya.
Sejatinya, berbagai persoalan yang menyelimuti industri minyak sawit dari hulu hingga hilir, sejak dahulu kala, jika mau jujur menuturkan, selalu bermuara terhadap keberpihakan yang kurang jelas. Ketidak jelasan ini, bukan semata-mata ditujukan kepada berbagai aksi anti sawit. Melainkan juga kepada berbagai aksi yang selalu pro sawit.
Pasalnya, keberadaan berbagai isu yang mencuat, jika ingin menguat, harus mendapat dukungan yang kuat pula. Tak hanya soal dukungan pendanaan, dukungan orang kuat, juga menjadi daya tarik yang semakin memikat. Toh, semua dilakukan, dengan menggunakan rujukan, yang diyakini sebagai sesuatu hal yang benar dan layak diperjuangkan.
Namun, jaman milenia sekarang, hingga masa yang akan datang, tentu saja akan berbeda dengan jaman dahulu. Sebab, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah berada di depan mata. Lantaran, tak ada lagi ruang tertutup dan batasan yang menjadi sekat pemisah. Berbagai hal, bisa dengan mudah dilakukan, dengan waktu cepat dan biaya yang terbilang murah.
Seiring berjalannya waktu, banyak penemuan teknologi baru, yang sangat berguna bagi kehidupan umat manusia. Sebab itu, teknologi baru akan sejalan pula dengan kemampuan tepat guna, dimana berbagai teknologi yang ada di jaman milenia ini, menjadi bagian dari perubahan jaman kehidupan atas umat manusia. (Editorial InfoSAWIT Edisi Cetak Oktober 2018)







