InfoSAWIT, PAPUA – Staf Kepresidenan Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Merauke, Provinsi Papua pada Kamis (13/12/2018) lalu untuk melihat perkembangan industri sawit yang berada di sana. Gunda mendapakan solusi dari beragam kendala yang terjadi di Papua.
Ditemui usai Rapat Koordinasi yang diadakan di Kantor Bupati Merauke, Iwan Nurdin dari Kantor Staf Presiden melalui Tim Percepatan Konflik Agraria (TPPKA) mengatakan, pihaknya menerima laporan masyarakat tentang lambatnya proses pembangunan perkebunan plasma sawit. Sementara ada juga laporan dari perusahaan bahwa pembangunan plasma sawit tidak dapat dilakukan karena ada dugaan tuduhan deforestrasi.
Alasan TPPKA Kantor Staf Presiden ini mengunjungi Merauke karena mengkhawatirkan potensi konflik sosial akibat kebun plasma sawit belum dibangun. “Kami khawatir malah akan memicu masalah sosial, sebab masyarakat sekitar dijanjikan untuk dibangunkan kebun plasma”, ujarnya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.
Lebih lanjut kata Iwan Nurdin, tujuan kunjungan ini adalah untuk mencari jalan keluar dan memahami mengapa kebun-kebun plasma sawit sebagai kewajiban inti tidak segera dibangun. “Padahal pembangunan kebun plasma adalah kewajiban yang sudah diatur dalam undang-undang perkebunan,” tutur Iwan Nurdin.
Dalam Rapat Koordinasi tersebut, Iwan menegaskan pihaknya akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam percepatan proses agar dapat menghindari munculnya potensi konflik agraria ke depan.
Sementara itu, Tulus Sianipar yang mewakili pihak Korindo Group mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik itikad TPPKA tersebut dan akan sentiasa terus mentaati seluruh aturan serta ketentuan yang berlaku di negara Republik Indonesia.
Untuk menindaklanjuti pertemuan tersebut, rencananya akan akan dilakukan Rapat Koordinasi lanjutan bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), perusahaan, masyarakat, pemerintah daerah dan semua pihak terkait agar percepatan pembangunan solusi menyeluruh yang dibutuhkan masyarakat dapat segera direalisasikan. (T2)










