Berita Lintas
sawitbaik

Tips Menjadi Planter Sawit



Tips Menjadi Planter Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Berkarir di dunia perkebunan memiliki tantangan tersendiri,  terutama bagi para planter muda yang baru saja ditempatkan di lokasi perkebunan, yang jauh dari kota dan minim dengan segala fasilitas dibandingkan di kota.

Namun demikian,  berita baiknya adalah untuk sukses menapaki karir di dunia perkebunan tidaklah sulit,  dan sangat sederhana sekali, bila dari awal seorang Planter Muda mendapatkan informasi yang utuh dari awal karirnya. Berikut beberapa Tips sederhana untuk sukses bekerja di sektor perkebunan.

Mengerti Budaya Kerja Kebun

Sedikitnya ada tiga hal yang menjadi bagian utama dari budaya kebun, diantaranya pertama, Unik, artinya semua kegiatan kerja di perkebunan sifatnya unik dan tidak bisa menunggu. Bila pekerjaannya ditunda maka akan berdampak langsung terhadap kualitas hasil kerja.

Contohnya apabila proses panen dilakukan penundaan selama sehari maka akan berdampak pada kualitas buah, demikian pula bila pupuk tertunda maka akan berdampak terhadap produktivitas TBS dan kesehatan pohon, bila pengangkutan tertunda, maka Pabrik Kelapa Sawit (PKS) akan kekurangan pasokan buah dan kualitas Tandan Buah Segar (TBS) sawit juga akan menurun (karena TBS tidak bisa disimpan, seperti bahan baku kayu seperti di pabrik pulp and paper), dan seterusnya.

Keunikan ini juga menyangkut dimana kalau seseorang bekerja di perkebunan, maka akan mengalami tiga hal sekaligus yakni HIDUP,  BEKERJA dan TINGGAL di kebun dan bergaul dengan masyarakat yang sama setiap hari selama 265-280 hari setahunnya. Tidak seperti bekerja di kota, dimana teman sekantor berbeda dengan tetangga dan berbeda dengan teman saat berolahraga dan lainnya.

Selanjutnya kedua, Spesifik Lokal,  artinya wilayah kebun yang satu dengan kebun lainnya tidaklah sama dan tidak bisa diperlakukan sama, baik dari segi pengelolaan karyawan, kultur teknis perkebunan maupun masyarakat sekitarnya. Meskipun memiliki bahan tanam yang sama, tetapi akan berbeda hasilnya bila ditanam di Sumatera dan Kalimantan. Kelas lahan, topografi, curah hujan dan faktor lainnya menjadi pertimbangan untuk memberikan perlakuan yang berbeda supaya perkebunan kelapa sawit memiliki tingkat produktivitas yang tinggi.

Serta ketiga, Bersifat Kamba (Mengelola Volume Besar),  artinya kebun yang dikelola cukup luas, tidak berpagar, tidak ada pintu masuk dan pintu keluar yang khusus,  banyak pekerjaan yang harus dikelola setiap hari secara bersamaan, volume TBS yang harus dipanen dan diangkut cukup banyak dan seterusnya. (Penulis: Ketua Umum Indonesian Planters Society/IPS - Zulham S Koto)

 

Lebih lengkap baca InfoSAWIT edisi Oktober 2018