InfoSAWIT, JAKARTA - Empat tahun silam jadi momentum penting bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit yang dikelola IndoAgri Resources Ltd, yang merupakan anak usaha dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk.
Lantaran kala itu perusahaan memiliki komitmen untuk disetiap rantai pasok menerapkan praktik budidaya kelapa sawit yang berkelanjutan, tidak terkecuali pekebun sawit kecil yang merupakan mitra pamasok tandan buah segar (TBS) sawit ke perusahaan.
Sebab itu semenjak 2014 lalu pihak perusahaan melakukan gap analisa terhadap mitra pekebun sawit swadaya di PT PP London Sumatra Tbk., yang dilakukan bekerjasama dengan IDH Sustainable Trade.
Hasilnya, pekebun sawit swadaya yang biasa bermitra dengan PT PP London Sumatra Tbk., dipilih untuk dilakukan kegiatan sertifikasi RSPO untuk kelompok pekebun kecil. Sustainability Manager IndoAgri Resurces Ltd, Yuli Sari Yeni mengungkapkan, alasan dipilihnya para pekebun sawit mitra PT PP London Sumatra Tbk., lantaran lebih siap dan memiliki potensi untuk penerapan budidaya kelapa sawit berkelanjutan.
Lebih lanjut kata Yuli, namun penerapan skim itu tidak dilakukan secara sekaligus lantaran pekebun sawit swadaya mitra PT PP London Sumatra Tbk., terdapat 34 KUD dengan luasan lahan yang dikelola mencapai sekitar 32 ribu ha, berlokasi di Sumatera Selatan.
Dari jumlah itu dilakukan penyaringan kembali dan terpilih 6 KUD yang diyakini bakal mampu memenuhi penerapan praktik budidaya kelapa sawit berkelanjutan sesuai prinsip dan kriteria RSPO, setelah dilakukan analisa kembali maka hanya dipilih 4 KUD. “Kami lihat kondisi KUD nya, masih ada cicilan kredit atau tidak dan tidak ada tuntuan lainnya, maka kita tentukan sementara 4 KUD,” katanya kepada InfoSAWIT di Jakarta.
Setelah berhasil menghantarkan 4 KUD mendapat sertifikat RSPO, kini pihak perusahaan sedang mendorong koperasi lainnya mendapatkan sertifikat serupa, misalnya saja saat ini ada 3 KUD sudah didaftarkan menjadi anggota RSPO yang nantinya akan dilakukan proses mendapatkan sertifikat RSPO, diantaranya KUD Permai Jaya dengan lahan perkebunan kelapa sawit seluas 684 ha dan melibatkan sekitar 173 KK, berlokasi di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.
Lantas, KUD Mekarsari dengan luas lahan perkebunan kelapa sawit seluas 502 ha serta melibatkan pekebun sawit swadaya sebanyak 182 KK, berlokasi di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Serta KUD Sangkan Urip berlokasi di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan dengan luas lahan perkebunan kelapa sawit mencapai 639 ha dan melibatkan sebanyak 328 KK.
Dijelaskan Yuli, untuk KUD Permai Jaya dan KUD Mekarsari sudah dilakukan main audit RSPO, sementara untuk KUD Sangkan Urip sedang dilakukan pre audit. “Sehingga total KUD petani swadaya yang menerapkan prinsip dan kriteria RSPO sementara sebanyak 7 KUD,” tandas dia. (T2)
Terbit pada Majalah InfoSAWIT edisi Desember 2017







