BOGOTA - Sektor pertanian kelapa sawit tampaknya tengah menjadi fokus besar pemerintah di Kolombia khususnya Pemda Tamalameque. Hal tersebut disampaikan oleh delegasi Coopalta (Asosiasi Petani Kelapa Sawit) pada kunjungan kehormatannya kepada Dubes RI untuk Republik Kolombia Trie Edie Mulyani di KBRI Bogota(10/12).
Presidente de Consejo de Administracion Sr. Jairo Cardenas Cuellar, bersama Miembro de Consejo de Administracion Sr. Leovigildo Suarez Nievez dan Sra. Asesora Juridica Isabel Miranda menyampaikan minat yang begitu besar dari Coopalta dan Walikota Tamalameque Sra. Olga Rojas untuk bekerjasama dengan Indonesia guna pengembangan pertanian kelapa sawit maupun sektor pertanian lainnya untuk lebih meningkatkan produktifitas pertanian di sektor tersebut.
Secara geografis, Temalameque merupakan suatu daerah di wilayah departemen Cesar yang memiliki potensi pertanian cukup besar, namun demikian pembangunan infrastruktur dan perhatian pemerintah untuk pengembangan sektor tersebut masih kurang. Selain itu, dari sisi sumber daya manusia, masyarakat Tamalameque belum memiliki kapasitas dan pengalaman yang memadahi untuk memanfaatkan dan mengembangkan potensi pertanian yang dimilikinya.
Sebagaimana dalam siaran pers Kemeterian Luar Negeri RI, Senin (15/12/2014), bahwa Walikota Tamalameque mengundang Dubes RI untuk berkunjung dan melihat secara langsung potensi pertanian di wilayah tersebut serta berbagi pengalaman mengenai pengembangan dan pemanfaatan lahan serta peningkatan produksi pertanian khususnya di bidang kelapa sawit sesuai pengalaman yang dimiliki Indonesia.
Menurut Dubes RI Trie Edi Mulyani, kerjasama di bidang pertanian sangatlah penting menginagat Kolombia dan Indonesia memiliki potensi yang relative sama pada sektor tersebut dan pertukaran pengalaman sangat diperlukan guna pengembangan sektor tersebut.
“Selain berbagi pengalaman di bidang pengembangan dan pemanfaatan kelapa sawit,” tuturnya. (T3)







