Berita Lintas
sawitbaik

Kebijakan “One to One” Asian Agri Terpenuhi



Kebijakan “One to One” Asian Agri Terpenuhi

InfoSAWIT, JAKARTA – Kebijakan perusahaan tidak menambah lahan perkebunan kelapa sawit tercermin dari upaya perusahaan menyamakan luasan kebun plasma dan kemitran dengan lahan sawit intinya.

Sebelum tahun 2018 lalu kebun sawit Inti Asian Agri diperkirakan mencapai 100 ribu ha dengan kebun plasma dan kemitraan seluas 60 ribu ha, artinya masih ada kekurangan sekitar 40 ribu ha kebun plasma dan kemitraan guna mewujudkan kebijakan “one to one” atau supaya luasan kebun sawit inti dan plasma/kemitraan Asian Agri sebanding.

Dikatakan Direktur Sustainability and Stakeholder Relations Asian Agri, Bernard A Riedo, Asian Agri menutup tahun 2018 dengan terpenuhinya kebijakan One to One, artinya luasan lahan inti mencapai 100 ribu ha dan lahan plasma/kemitraan mencapai kurang lebih 100 ribu ha. “Bahkan terakhir Desember 2018 lalu tambahannya mencapai 41 ribu ha, melebihi target yang telah ditetapkan,” katanya saat acara Gathering dengan wartawan di Jakarta, yang dihadiri InfoSAWIT, Kamis (31/1/2019).

Lebih lanjut kata Bernard, selain memenuhi kebijakan One to One, perusahaan juga tetap menerapkan praktik berkelanjutan dengan menerapkan kebijakan traceability (ketelusuran) sumber tandan buah segar (TBS) sawit yang berasal dari pihak ke tiga. “Kami juga memastikan bahwa buah sawit yang diolah berasal dari sumber yang jelas, tidak berasal dari kawasan hutan,” katanya.

Cara untuk memastikan itu dilakukan dengan monitoring penerimaan buah sawit berasal dari mitra petani Asian Agri, dicatat lokasi kebunnya berikut pemilik dan status lahannya. “Jika mereka (petani) mengirim buah sawit dengan jumlah tonase yang berbeda dari biasanyanya maka patut diduga ada tambahan dari kebun lain, biasanya kalau ada kasus ini kami akan hentikan dan periksa terlebih dahulu sebelum diterima pabrik,” katanya.

Dengan menerapkan cara ini, Asian Agri berkomitmen menerapkan budidaya kelapa sawit berkelanjutan. Sekadar catatan seluruh kebun sawit inti Asian Agri telah tersertifikat International Sustainability Carbon Certification (ISCC), dan sekitar 80% tersertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), termasuk sebagian kebun sawit plasma dan mitra swadaya Asian Agri, seperti Asosiasi Amanah. (T2)