MEMBANGUN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT BUKANLAH PERKARA MUDAH, LANTARAN PERUSAHAAN PERKEBUNAN MEMILIKI KEWAJIBAN PULA, MERANGKUL MASYARAKAT UNTUK TERLIBAT AKTIF MEMBANGUN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT. DENGAN MEMBANGUN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT BERSAMA MASYARAKAT, MAKA KESEJAHTERAAN BERSAMA AKAN PULA TERWUJUD
Berawal dari merintis perusahaan perkebunan tahun 1980an, yang mendukung pembangunan nasional melalui program transmigrasi pemerintah, Grup Asian Agri merupakan salah satu perusahaan yang ikut membantu pemerintah dalam merelokasi masyarakat, yang berada di daerah padat penduduk seperti Pulau Jawa, pindah ke Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan daerah lainnya.
Program pembangunan nasional yang dicanangkan pemerintah tersebut, ternyata juga sejalan dengan filosofi hidup dari pendiri dan chairman Grup Asian Agri, Sukanto Tanoto. Dimana prinsip usaha yang dijalankan, harus berlandaskan Community (masyarakat), Country (negara), Climate (Iklim) dan Corporate (perusahaan) atau dikenal juga sebagai prinsip 4C.
Grup Asian Agri yang di nahkodai Kelvin Tio, sosok eksekutif Asian Agri saat ini, sudah cukup lama berkiprah di dunia perkelapa sawitan. Keberadaan Kelvin Tio, kerap dijumpai dalam . . .










