InfoSAWIT, JAKARTA - Pembuatan teras pada pengelolaan perkebunan kelapa sawit sangat penting utamanya untuk lahan berbukit yang memiliki kemiringan dengan tingkat kecuraman tertentu. Ini dilakukan supaya pada proses penanaman, pemeliharaan dan pemberian pupuk jadi lebih mudah.
Sebab jika dilakukan penanaman dengan cara yang tidak beraturan pada lahan dengan kontur berbukit, dikemudian hari bakal memunculkan berbagai masalah, utamanya dikala umur sawit sudah mencapai diatas 7 tahun.
Direktur PT Global Mapindo, Eddie Purwanto mengatakan, keteraturan penanaman menjadi kunci penting, lantaran tatkala pohon sawit sudah beranjak dewasa, proses pemanenan, pemeliharaan dan pemupukan bakal tidak menemukan kesulitan.
Maka itu perlu ada perhitungan yang tepat supaya teras yang dibuat sesuai dengan tingkat kemiringan lahan. Misalnya saja untuk kemiringan 5 derajat maka jarak teras yang dianjurkan ialah sepanjang 8,16 meter. Begitupun pada lahan dengan kemiringan diatas 30 derajat maka pembuatan teras mesti berjarak sekitar 9 meter ke arah dalam bukit. Pembuatan jarak teras ini mengikuti tingkat kemiringan lahan. Sebab samakin tinggi tingkat kemiringan lahan maka jarak teras yang dibuat pun mesti semakin dalam.
Menurut Eddie, kelapa sawit pun bisa saja di tanam dilahan dengan kemiringan 45 derajat, hanya saja menanam sawit di lahan dengan kemiringan 45 derajat tidak bisa dilakukan dengan teknik teras bersambung.
Biasanya kata dia, lahan dengan kemiringan 45 derajat bisa dilakukan penanaman dengan membuat teras individu. “Dengan keadaan tertentu dengan melihat dampak kelongsoran dan proses pemanenan dikemudian hari,” papar Eddie kepada InfoSAWIT.
Namun demikian potensi longsor yang tinggi dan sulitnya proses pemeliharaan dan pemupukan serta proses infiltrasi yang tidak maksimal di lahan dengan kemiringan 45%, maka sebaiknya lahan itu digunakan sebagai lahan konservasi.
Apalagi lahan konservasi memiliki fungsi yang tidak sedikit, misalnya saja bisa membantu pertumbuhan, pemeliharaan, dan panen yang efektif, serta mampu meminimalkan erosi dan aliran permukaan.
Dengan membuat lahan konservasi pula bisa meningkatkan infiltrasi, menjaga dan mempertahankan kelembaban tanah dan mengupayakan agar tanaman memperoleh cahaya secara cukup. (T2)







