InfoSAWIT, JAKARTA - Sejalan dengan meningkatnya produksi dari berbagai produk hilir minyak sawit, maka serapan industri hilir terhadap bahan baku yaitu minyak sawit mentah (CPO) juga akan terus bertambah. Melalui serapan CPO yang kian meninggi, diharapkan mampu menyelamatkan harga CPO dari kejatuhan harga komoditas global yang terjadi, sehingga harga jual hasil panen petani dapat terdongkrak naik.
Pasalnya, sebagai bagian dari komoditas minyak nabati global, minyak sawit merupakan produk yang banyak diminati negara-negara asing. Sebagai produk minyak nabati terpopuler, minyak sawit kerap mengalami pasang surut permintaan pasar ekspor. Kendati masih menjadi primadona pasar ekspor, namun CPO harus memiliki pangsa pasar lain, terutama pasar domestik, dimana bioenergi memiliki ceruk pasar yang sangat menjanjikan.
Sebagai informasi, CPO dihasilkan melalui proses produksi yang berasal dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS), biasanya berlokasi dekat dengan perkebunan kelapa sawit. Sebagai bahan baku produk andalan minyak makanan, maka bahan baku yaitu Tandan Buah Segar (TBS) sawit, memiliki keterbatasan waktu guna di proses menjadi CPO, dimana limit nya hanya selama 24 jam.
Tentu saja, limit waktu selama 24 jam menjadi sangat krusial saat ini, dimana penurunan permintaan pasar ekspor, secara nyata ikut pula mengurangi operasi kerja PKS di perkebunan kelapa sawit. Sebab itu, dibutuhkan strategi jitu, guna mengelola TBS menjadi CPO dan pemanfaatannya, sebagai berikut :
Pertama, adanya keterbatasan waktu pengolahan TBS menjadi minyak makanan, lantaran adanya kenaikan Free fatty Acids (FFA) bila terlambat diolah menjadi CPO. Limit maksimal menurut aturan, minyak makanan tidak boleh mengandung FFA lebih dari 5%. Sebab itu, perluasan penggunaan CPO sebagai bahan baku bioenergi, menjadi output penting, guna mengolah minyak sawit menjadi minyak non makanan atau bioenergi.
Kedua, minyak sawit Indonesia merupakan kontributor terbesar kepada minyak nabati dunia. Dengan 2 (dua) peranan penting minyak sawit yang tidak tergantikan, sebagai minyak makanan dan non makanan, edible and non edible oil. Lantaran karakteristiknya yang terbilang lengkap, maka minyak sawit banyak digunakan sebagai bahan baku atau bahan baku alternatif bagi industri turunan minyak nabati dunia. (T1)
Lebih lengkap baca Editorial InfoSAWIT cetak Edisi Januari 2019







