Berita Lintas
sawitbaik

ISPO Jadi Komitmen Tinggi Pemenuhan Aspek Keberlanjutan



3rd International Conference and Expo on Indonesian Sustainable Palm Oil (ICE-ISPO), digelar di Menara 165, Jakarta, 27-28 Maret 2019.
ISPO Jadi Komitmen Tinggi Pemenuhan Aspek Keberlanjutan

InfoSAWIT, JAKARTA – Genap sudah sewindu usia Komisi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Bukan perkara mudah untuk menerapkan kebijakan tersebut karena dibarengi dengan banyaknya kendala yang dihadapi.

Tapi buktinya, saat ini Komisi ISPO telah menerbitkan dan memberikan 502 sertifikat ISPO kepada perusahaan perkebunan dan petani dan setiap tahunnya terus bertambah. Ini menjadi bukti bahwa perkebunan kelapa sawit di Indonesia telah sepakat untuk bisa memenuhi aspek keberlanjutan.

Ketua Sekretariat Komisi ISPO, R. Azis Hidayat mengatakan, 502 sertifikat tersebut terdiri dari 493 perusahaan, 5 koperasi swadaya, dan 4 KUD plasma dengan luas total areal areal 4.115.434 hektar.

Adapun tanaman menghasilkan mencapai 2.765.569 hektar dengan rincian, produksi tandan buah segar (TBS) mencapai 52.209.749 ton per tahun, minyak sawit mentah (CPO) mencapai 11.567.779 ton per tahun, produktivitas perkebunan mencapai 18,81 ton per hektar, dan kadar rendemen rata-rata mencapai 22,23 persen.

“502 sertifikasi tersebut terdiri dari, 459 perusahaan swasta dengan luas areal 3.905.138 hektar atau 50,66 persen dari luas total yang mencapai 7,707 juta hektar. PT Perkebunan Nusantara mendapat 34 sertifikat dengan luas areal 204.590 hektar atau 28,80 persen dari luas total 710 ribu hektar; dan koperasi pekebun plasma-swadaya mendapat 9 sertifikat dengan seluas 5.796 hektar atau 0,11 persen dari luas total 5,613 juta hektar,” urai Aziz, di sela-sela acara 3rd International Conference and Expo on Indonesia Sustainable Palm Oil (ICE-ISPO), yang dihadiri InfoSAWIT di Jakarta (27/3/2019).

Sementara Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar, Direktorat Jeneral Perkebunan, Kementerian Pertanian, Irmijati Rachmi Nurbahar mengatakan, penyerahan sertifikat ISPO ini menjadi pembuktian bahwa sebenarnya pola perkebunan kelapa sawit di Indonesia telah menerapkan prinsip dan kriteria sustainability (keberlanjutan).

“Sektor perkebunan kelapa sawit bukan hanya menjadi komoditas strategis dan prospektif, melainkan juga bagian solusi untuk mengatasi kemiskinan, termasuk sebagai bukti budidaya kelapa sawit telah sesuai kaidah prinsip berkelanjutan,” tandas Irmi. (T2)