InfoSAWIT, JAKARTA - Saat ini diprediksi kepemilikan lahan petani kelapa sawit telah mencapai 5 juta ha, hasilnya posisi petani menjadi sangat penting. Lantas dengan akurasi data yang tepat bisa mendukung kebijakan yang diterbitkan tepat sasaran. Dikatakan Asisten Deputi II Kemenko Bidang Perkebunan dan Hortikultura, Wilistra Danny, peran petani sangat signifikan dalam mewujudkan pengelolaan perkebunan kelapa sawit bekelanjutan.
“Lahan perkebunan kelapa sawit yang dikelola petani cukup luas, namun kita tahu bahwa disana ada masalah, sebab itu kita perlu lakukan perbaikan,” kata Wilistra, belum lama ini di Jakarta.
Lebih lanjut tutur Wilistra, secara fisik lahan petani mencapai 40%, bahkan data dari sumber lain mencatat lahan petani mencapai 50%. Maka itu data menjadi penting, misalnya saat pemerintah membuat kebijakan subsidi minyak nabati yang ditetapkan menujukkan dampak yang kurang relevan, maka data menjadi sumber yang sahih bagi pemerintah membuat regulasi yang tepat sasaran.
“Kami sebagai pembantu prsiden harus bekerjasama dengan para pihak. Masalah data petani menjadi penting, mana petani yang sesuai disebut dalam UU atau tidak. Lantas kepastian sumber ketelusuran juga harus bisa dipegang, kita harus bisa membuktikan sumber buah sawit di pasar internasional,” kata Wilistra. (T2)
Lebih lengkap baca InfoSAWIT edisi Desember 2018







