SAMARINDA – Rencana Program revitalisasi perkebunan dalam upaya untuk memvitalkan kembali perkebunan kelapa sawit dari praktik buruk pengelolaan, sehingga berujung pada peningkatan produksi, yang dicanangkan Dinas Perkebunan Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat dukungan dari Komisi II DPRD wilayah setempat.
Namun demikian, revitalisasi menjadi lebih penting untuk mempertimbangkan keberlanjutan program sawit tersebut.
Sekretaris Komisi II DPRD Kaltim, Muspandi menyatakan, revitalisasi sangat baik, namun hal itu jangan meninggalkan petani plasma. “Kita boleh melakukan ekspansi perkebunan. Mau itu sejuta atau dua juta hektare oke saja. Tapi jangan kita tinggalkan teman-teman, khususnya perkebunan petani kita yang saat ini butuh peremajaan.”
Ia merujuk pada petani sawit di Kabupaten Paser, yang selama ini berdampingan dengan perusahaan.
“Ekspansi perkebunan silakan. Tapi kita harus melihat juga. Karena ini saya lihat dalam posisi replanting atau peremajaan. Kalau kita tinggalkan akan menjadi eskalasi sosial di tengah masyarakat, karena tidak ada pengharapan mereka (petani, red) itu selain sawit.”
Sehingga hal ini menurutnya perlu disikapi serius baik pemerintah daerah maupun Pemprov Kaltim. “Bahkan kalau perlu kita ajukan ini sampai ke pusat. Karena petani saat ini butuh re-planting,” katanya, seperti dilansir portal resmi DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (19/12/2014). (T3)







