InfoSAWIT, JAKARTA - Salah satu cara untuk menumbuhkan jiwa planter sawit dan meningkatkan teamwork dalam kelompok kerja/tim dan antar kelompok kerja/tim adalah melalui permainan interaktif yang mengandung unsur kerjasama.
Bekerja dibidang perkebunan kelapa sawit berbeda dengan bekerja dibidang usaha lain. Perkebunan kelapa sawit mempunyai karakteristik sendiri yang membedakan dengan bidang usaha lain. Areal yang luas, tantangan alam yang beragam, lingkungan kerja yang jauh dari kota, mengelola begitu banyak orang dengan beragam karakter, target dari manajemen yang harus diamankan membuat seorang planter harus mempunyai jiwa planter.
Planter dituntut bekerja keras, berkomunikasi dengan efektif, ingin tahu, inisiatif, kreatif, konsentrasi dalam melaksanakan tugasnya, menyukai tantangan, bertanggungjawab, bisa bekerja dibawah tekanan agar bisa berhasil.
Namun pada praktek dilapangan ternyata kemampuan sendiri saja tidak cukup, kegagalan dalam pencapaian target bisa terjadi karena masing-masing individu (planter) didalam perusahaan tidak bisa berkolaborasi satu sama lain, masing-masing membawa egonya sendiri. Padahal proses pengolahan TBS (Tandan Buah Segar) ini berlangsung cukup panjang. Proses ini mulai dari pembibitan, penyiapan lahan, penanaman, pemeliharaan TBM, pemeliharaan TM, panen, pengangkutan TBS sampai TBS diolah di pabrik menjadi minyak dan inti sawit. Proses ini dilakukan oleh kelompok-kelompok kerja/tim yang tugas dan kewajibannya berbeda-beda, tetapi saling berhubungan.
Misalnya keberhasilan bagian panen/produksi ditentukan oleh kelancaran transport, bagian tranport sendiri agar bisa beroperasi secara maksimal harus mendapat dukungan dari bagian bengkel/workshop.
Dalam ruang lingkup yang lebih luas, manajemen kebun dan PKS (Pabrik Kelapa Sawit) harus bisa bersinergi untuk mencapai target secara keseluruhan. Kebun harus menghasilkan/mengirimkan TBS dengan mutu yang baik agar pada saat TBS tersebut diolah oleh PKS bisa diperoleh OER (Oil Extraction Rate) yang maksimal dengan kualitas minyak yang baik.
Dalam dunia perkebunan, kerja sama merupakan salah satu elemen penting dalam hal meraih keberhasilan. Kerja sama dalam tim/kelompok kerja atau antar tim/kelompok kerja akan menghasilkan output yang lebih besar dibandingkan dengan bekerja secara individu. Kerja sama juga membuat suatu perkerjaan atau target yang semulanya tidak mungkin dicapai menjadii bisa dicapai (Bersama kita bisa).
Menurut Tracy (2006) teamwork atau kerjasama adalah kegiatan yang dikelola dan dilakukan sekelompok orang dalam suatu organisasi atau tim. Adanya teamwork dalam sebuah tim dapat meningkatkan kerja sama dan komunikasi di dalam dan diantara bagian-bagian tim itu sendiri.
Biasanya teamwork beranggotakan orang-orang yang memiliki perbedaan keahlian sehingga dijadikan kekuatan dalam mencapai tujuan dan saling melengkapi satu sama lain. Sehingga teamwork merupakan sekumpulan orang dimana satu sama lain saling berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Misalnya bagaimana bagian pembelian, bagian penjualan, bagian produksi, bagian akuntansi, bagian personalia, bagian keuangan, bagian logistik, bagian bengkel, bagian transport, bagian sipil saling berkerjasama agar dapat menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan tepat waktu. (Maruli Pardamean – Penulis buku, praktisi perkebunan kelapa sawit)
Lebih lengkap baca InfoSAWIT Edisi Februari 2019










