InfoSAWIT, VADUZ – Dikatakan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Indonesia dan negara-negara EFTA, termasuk Lienchestein, telah menandatangani perjanjian IECEPA pada 16 Desember 2018 lalu. “Indonesia dan Liechstentein berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara," ungkap Mendag dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.
Pada kunjungan ini, Mendag didampingi Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein Muliaman Hadad, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo, dan Staf Khusus Mendag Bidang Isu-isu Strategis Perdagangan Internasional Lili Yan Ing.
Pada pertemuan tersebut, Mendag juga mengusulkan perlunya kerja sama riset khusus minyak kelapa sawit serta program pertukaran pelajar dan pertukaran keterampilan. Mendag juga menyampaikan, Indonesia mengajak Liechtenstein berinvestasi di Indonesia, khususnya di bidang insfrastruktur dan sumber daya energi yang berkelanjutan (renewable energy). "Dengan komitmen pada energi yang berkelanjutan, teknologi tinggi, dan kekuatan ekonomi yang dimiliki, maka Liechtenstein akan menjadi salah satu mitra strategis Indonesia untuk mengembangkan sektor infrastruktur dan sumber daya energi yang berkelanjutan di Indonesia," tandas dia.
Sebagai catatan, pada tahun 2018, total perdagangan Indonesia dan Liechtenstein tercatat sebesar US$ 2,11 miliar, terdapat kenaikan signifikan dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 150 juta. Produk ekspor utama Indonesia ke Leichtenstein antara lain perhiasan, lensa kontak, emas, batubara, timah, dan pakaian wanita. (T2)







