NUNUKAN - Pengusaha kelapa sawit Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara menyebutkan sebanyak 3.000 ton tandan buah segar (TBS) kelapa sawit hasil perkebunan Pulau Sebatik dijual ke Malaysia setiap bulan.
"Besarnya TBS kelapa sawit produksi perkebunan masyarakat setempat sangat merugikan pemerintah Kabupaten Nunukan karena tidak mendapatkan "budget" dari hasil penjualan tersebut," kata salah seorang pengusaha kelapa sawit Pulau Sebatik, Ahmad, di Nunukan, Sabtu (20/12/2014), seperti ditulis Antara.
Lanjutnya ia menjelaskan, ribuan ton hasil produksi kelapa sawit petani setempat terpaksa dijual ke luar negeri karena belum ada pabrik minyak sawit (CPO) di pulau yang berbatasan langsung dengan Negeri Sabah, Malaysia itu.
"Satu-satunya jalan adalah menjual buah kelapa sawit kita ke sebelah (Malaysia) karena belum ada pabrik CPO disini (Sebatik)," jelasnya. Ahmad menambahkan, dari 3.000 TBS yang dijual ke Malaysia merupakan hasil produksi dari 15.000 hektar lahan perkebunan kelapa sawit di pulau itu. (T3)










