Berita Lintas
sawitbaik

RAN Jadi Payung Praktik Komoditas Berkelanjutan, Termasuk Sawit



Ilustrasi kebun sawit dan kawasan HCV
RAN Jadi Payung Praktik Komoditas Berkelanjutan, Termasuk Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Faktanya RAN Kelapa Sawit Berkelanjutan ini juga memiliki misi guna mendorong kebijakan praktik budidaya kelapa sawit berkelanjutan tetap berjalan dengan baik, termasuk menjadikan RAN sebagai kerangka besar praktik budidaya kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia.

Diakui atau tidak saat ini pengembangan praktik budidaya kelapa sawit berkelanjutan dianggap kerap menghadapi kendala. Sebab itu pemerintah memandang perlu untuk membuat panduan praktik sawit berkelanjutan dalam kerangka yang besar.

Dalam diskusi terbatas dengan para jurnalis dan UNDP, yang dihadiri InfoSAWIT, akhir Maret 2019 di Jakarta, terungkap bahwa kerangka besar yang disiapkan tersebut bakal disatukan dalam Rencana Aksi Nasional Forum Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FoKSBI).

Harapannya dengan hadirnya RAN-FoKSBI, kata mantan Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan, bisa menjadi solusi bagi berjalannya program praktik sawit berkelanjutan sesuai kebijakan ISPO. “RAN itu hadir guna menyelesaikan banyak hal untuk penerapan ISPO,” kata Rusman yang juga sebagai salah satu pengusul RAN-FoKSBI.

Lantas selanjutnya kata Rusman, tujuan diterapkannya ISPO adalah untuk menginformasikan kepada dunia bagaimana praktik budidaya sampai pemrosesan kelapa sawit di Indonesia telah memenuhi aspek sustainability (berkelanjutan).

“Ini adalah kesadaran kami dan praktik sawit berkelanjutan ini mesti bisa sustain, ada yang beli atau tidak dibeli itu urusan lain, fokusnya kami komit untuk bisa memenuhi aspek berkelanjutan,” tutur Rusman. (T2)

Terbit di majalah InfoSAWIT cetak Edisi April 2019