InfoSAWIT, MOJOKERTO - Dalam rangka mewujudkan masyarakat binaan yang sejahtera dan mandiri serta mendukung program ketahanan pangan pemerintah daerah, salah satu perushaaan perkebunan kelapa sawit nasional, PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA Group) menyelenggarakan pelatihan khususnya pengembangan ekonomi masyarakat dibidang agribisnis melalui pola Integrated farming.
Pelatihan ini bekerjasama dengan Taman Edukasi Pertanian Intan Abatani, yang dilaksanakan di Mojokerto, Jawa Timur berlangsung selama 08 – 17 Juli 2019 lalu. Pelatihan tercatat diikuti oleh 4 orang perwakilan kelompok masyarakat tani mitra perusahaan dari Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Diharapkan, peserta ini dapat menjadi trainer atau pembimbing pertanian terpadu bagi masyarakat didaerahnya masing-masing.
Dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini, Pertanian terpadu dapat membuat petani untung karena hasil budidayanya tidak komoditas tunggal. Selain itu pertanian terpadu juga dapat menciptakan siklus berjalan, hemat dalam pembiayaan, memaksimalkan pendapatan. Dalam menjalankan pertanian terpadu, otomatis petani juga belajar menjalankan kewirausahaan. Karena dari hulu harus mengelolah lahan dengan pola pertanian, peternakan dan perikanan serta hilirnya memasarkan hasil produk budidaya
Selama 10 hari peserta mendapatkan materi praktis (berupa modul) pertanian terpadu, simulasi dan diskusi pemecahan masalah yang dihadapi peserta di kebun masing-masing sebelum mengikuti pelatihan ini.
1 orang peserta berasal dari Desa Kinjil Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat, kegiatan usaha yang sudah di jalankan adalah budidaya ayam potong. 2 orang peserta dari Desa Rubung Buyung Kecamatan Cempaga Kabupaten Kotawaringin Barat, kegiatan usaha yang sudah di jalankan pertanian sayuran dan buah-buahan. 1 orang peserta dari Desa Laman Satong Kecamatan Matan Hilir Utara Kabupaten ketapang Kalimantan Barat, kegiatan yang di jalankan sebagai pengelolah kawasan integrated farming di area koridor.
Kendala yang di hadapi peserta selama ini adalah pengetahuan, mengingat kegiatan usaha yang mereka lakukan saat ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi atau mencontoh orang lain tanpa mempertimbangkan hal-hal lain sepeti cara efisiensi biaya, menghasilkan produk yang sehat dan kegiatan usaha yang di jalankan harus mendorong kepada mereka untuk mandiri dan meningkatkan kesejahteraan
Disamping mendapatkan materi secara teori dan praktek tentang penerapan pola pertanian terpadu, peserta juga diajarkan dan ditekankan bahwa dalam menjalankan usaha dibidang agribisnis ini harus organik sehingga kelestarian alam juga menghasilkan produk yang sehat untuk generasi yang akan datang.
Materi pelatihan yang diikuti oleh keempat orang peserta pelatihan tersebut antara lain; Membangun visi SMS (Sehat, Mandiri, Sejahtera), Integrated Farming 1005 di bidang Pertanian, Peternakan dan Perikanan, Budidaya Tanaman di Tanah Asam, Manajemen Peternakan dan Perikanan, Manajemen AGRONOMITA (Pertanian – Ekonomi – Terpadu) dan Leadership.
Seusai mengikuti materi pelatihan di kelas, para peserta juga melakukan simulasi atau praktek yang menunjang proses pertanian terpadu dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memiliki nilai tambah bagi kelestarian lingkungan. Simulasi yang diikuti peserta antara lain; Pembuatan pupuk organik padat dan cair dari limbah rumah tangga, Pembuatan MOL (Micro Organisme Lokal), Pembuatan pupuk compos, Pembuatan pakan ayam organik, Pembuatan pakan ikan organik (Maggot), Teknis/cara penetasan telur. (T2)







